Konten dari Pengguna

Suksesnya Desa Jolotigo dalam Menerapkan Moderasi Beragama

Choiril Anwar

Choiril Anwar

Mahasiswa UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan 2022 Komunikasi dan Penyiran Islam

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Choiril Anwar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jolotigo, merupakan desa yang sukses dalam menerapkan moderasi beragama. Desa jolotigo bertepat di kecamatan Talun kabupaten Pekalongan. Desa ini mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Desa jolotigo sudah menjadi sorotan berkat suksesnya dalam pencapaian penerapan moderasi beragama. Desa ini dapat dijadikan sebagai contoh dalam keharmonisan antar agama. Desa Jolotigo juga telah mendapat predikat sebagai ‘’Kampung Moderasi Beragama’’.

Jolotigo sebagai kampung Moderasi Beragama
zoom-in-whitePerbesar
Jolotigo sebagai kampung Moderasi Beragama

Keharmonisan antar agama di desa Jolotigo sudah terjadi sejak dulu dan hingga sekarang pun masih kuat keharmonisanya. Di desa ini terdapat dua agama yakni Islam dan Kristen protestan, Di Jolotigo juga terdapat empat masjid dan dua gereja. dan bahkan di sini juga ada masjid dan gereja yang letaknya berdampingan.

Masjid dan Gereja berdampingan di Desa Jolotigo

Ibu Suliari sebagai Istri dari pak Sukidi yang merupakan pendeta umat kristen juga mengukapkan ‘’Keharmonisan agama disini juga terlihat dari gotong royong warganya yang tidak membedakan warga yang memiliki kepercayaan agama yang berbeda. Seperti contohnya dalam Pembangunan masjid atau gereja warga disana saling bahu membahu untuk bergotong royong dan disana tidak lagi tampak adanya perbedaan. Walapun berbeda agama Masyarakat di jolotigo juga saling menjaga satu sama lain, misalnya Ketika hari Raya Idul Fitri umat Islam sedang melakukan ibadah sholat umat Kristen di sana yang menjaga keamanan dan juga sebaliknya Ketika Natal umat Kristen disana sedang melakukan ibadah juga umat islam akan mejaga keamanan disana.''

Ibu Suliari

Kuatnya tolerasansi antar agama disini juga diungkapkan oleh Bapak Slamet selaku perangkat desa dan juga penduduk asli desa Jolotigo ‘’ Kami selalu Bersama-sama, tidak ada konflik di antara kami, bahkan kami saling melindungi karena semakin banyak perbedaan, semakin nikmat kehidupan kita, semakin lengkap.'' Ungkapan dari Bapak Slamet bisa menggambarkan bagaimana toleransi antar agama di desa jolotigo yang sangat kuat, perbedaan bukanlah suatu masalah yang penting bagi Masyarakat desa Jolotigo.