Konten dari Pengguna

Peran Penting Orang Tua Menyiasati Biaya Sekolah Anak yang Terus Naik

Cholis

Cholis

Seorang penyanyi, pekerja kreatif, dan marketing. Lulusan IESP Universitas Jember.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Cholis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar dari pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Gambar dari pixabay.com

Benar sekali, bukan rahasia umum bahwa biaya sekolah anak sejak TK hingga SMA untuk dasar, semakin hari semakin mahal. Perlu kamu ketahui dahulu bahwa dalam biaya sekolah yang semakin mahal ada beberapa pertimbangan dari sekolah seperti teknologi yang lebih modern untuk menunjang pembelajaran, standarisasi guru, dan kegiatan tambahan. Selain itu apa yang membuat mahal?

Hal ini juga berkaitan dengan ekonomi yang ada di sekitar lingkungan sekolah seperti pembuatan seragam, fasilitas bahan bangunan, buku, dan kebutuhan lainnya. Ketika harga di sekitar juga mengalami kenaikan, maka biaya sekolah dan pengeluaran orang tua akan naik.

Sekarang kita ganti sudut pandang ke dalam dunia perekonomian dalam sekolah. Jikalau kamu menemukan ada sekolah yang sejenis tapi ada yang lebih mahal dari yang lain. Berarti ada penawaran tambahan yang mungkin tidak ditawarkan di sekolah lain. Contoh, sekolah berstandart internasional atau sekolah yang multi-bahasa akan cenderung lebih mahal jika dibandingkan dengan sekolah yang hanya menggunakan bahasa indonesia aja (bahasa inggris hanya sebagai pelengkap). Perbedaannya ada di dalam kurikulum, sekolah multi-bahasa memungkinkan mereka menerapkan dua kurikulum yang berbeda, perbedaan ini akan menentukan hasil yang diperoleh dan didapatkan peserta didik.

Beberapa sudut pandang tadi adalah hal yang harus dimiliki oleh orang tua, karena berhubungan dengan bagaimana menanggapi dan memahaminya. Sekarang kita harus menyadari bahwasannya peran orang tua sangat penting dalam masa-masa sekolah anak, kita tidak bisa menyerahkan semuanya kepada sekolah untuk menitipkan pelajaran moral, etika, dan norma yang berlaku di sekitar. Setelah memahami hal tersebut, kita harus bisa memberi ruang edukasi sebagai orang tua.

Pertama, kamu harus jujur dan menjawab pertanyaan seperti "kapan aku ada waktu luang untuk belajar bersama anakku? berapa waktu yang bisa aku luangkan setiap harinya untuk anakku?" temukan jawaban dari pertanyaan ini secara jelas dan komitmen. Setelahnya kamu harus menentukan tentang apa yang harus diajarkan kepada anakmu. Hal simpel yang sering dilakukan beberapa orang tua di desa yaitu mengenalkan tentang kehidupan berkebun, mengerjakan pekerjaan rumah, dan mengenalkan pekerjaan orang tua kepada anaknya. Hal ini dapat merangsang komunikasi anak dengan orang tua, serta membuat anak berpikir lebih terbuka.

Kedua, ketika kamu sudah menentukan waktu dan hal-hal apa untuk menunjang itu. Kamu bisa mencoba untuk mengenalkan kegiatan-kegiatan yang kamu ingin untuk kenalkan. Misalnya kegiatan hobi bermain musik, olahraga, dan kegiatan lainnya yang orang tua inginkan. Pengenalan tersebut bisa menjadi salah satu pintu untuk kejenuhan yang dialami anak dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Namun ada satu kemungkinan yang harus orang tua sadari yaitu, anak punya kebebasan untuk menyukai atau tidak terkait hal-hal yang kamu kenalkan. Hanya saja, rangsang dia untuk memberikan alasan yang cukup untuk menjelaskan perasaannya terhadap hal yang tidak ia sukai.

Ketiga, sering-seringlah memahami perilaku kecil anak. Bukan hal yang besar saja yang harus diperhatikan. Banyak anak-anak sekarang kurang diperhatikan terkait hal-hal kecil seperti tidur yang seringkali larut, sering terlihat murung, pendiam di beberapa waktu, dan hal-hal lain yang orang tua sendiri pasti lebih memahami. Ajaklah bicara untuk meyakinkan bahwasannya anak-anak tidak perlu khawatir dengan kehadiran orang tuanya.

Mungkin sekian yang perlu disampaikan kepada orang tua dan anak. Biaya mahal untuk sekolah adalah hal yang baik, pasti dengan kerja keras orang tua juga. Namun, perlu dipahami bahwasannya sekolah punya peran terbatas dan peran orang tua adalah kelompok sosial pertama seorang anak yang sangat berpengaruh dalam pengembangannya.