Konten dari Pengguna

Apakah Makan Larut Malam Berbahaya bagi Kesehatan?

Christofer Nugraha Marcyen

Christofer Nugraha Marcyen

Dokter Umum

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Christofer Nugraha Marcyen tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Image diagram from Cell Metabolism (Cell Press)
zoom-in-whitePerbesar
Image diagram from Cell Metabolism (Cell Press)

Penelitian dari Harvard Medical School mengungkap bahwa makan larut malam dapat memberikan dampak serius bagi metabolisme tubuh. Dalam studi terkontrol, 16 partisipan dengan berat badan berlebih diuji dengan dua pola makan: jadwal makan lebih awal dan jadwal makan yang ditunda sekitar empat jam.

Dari hasil uji, makan lebih malam terbukti meningkatkan rasa lapar, menurunkan pembakaran energi, serta memicu perubahan gen pada jaringan lemak yang mempercepat penumpukan lemak. Kondisi ini menjelaskan mengapa kebiasaan makan setelah pukul 22.00 berpotensi meningkatkan risiko obesitas, meskipun jumlah kalori yang dikonsumsi sama.

Media seperti Daily Mail menyoroti temuan ini sebagai bukti tambahan bahwa waktu makan tidak kalah penting dibandingkan jumlah kalori. Meski demikian, ahli gizi menekankan bahwa pola makan sehat tetap bergantung pada keseimbangan kalori harian dan jenis makanan yang dipilih.

Kuncinya adalah konsep chrononutrition, yaitu makan selaras dengan ritme biologis tubuh. Pakar menyarankan untuk makan malam lebih awal, idealnya 3–5 jam sebelum tidur, serta menghindari makanan tinggi lemak dan olahan agar kesehatan metabolik dan kualitas tidur tetap terjaga.