Konten dari Pengguna

Osteoartritis, Bukan Sekadar “Pengapuran” Sendi: Fakta Terbaru Perlu Diketahui!

Christofer Nugraha Marcyen

Christofer Nugraha Marcyen

Dokter Umum

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Christofer Nugraha Marcyen tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi

Jakarta – Osteoartritis (OA), yang sering disebut masyarakat sebagai “pengapuran sendi”, masih menjadi penyebab utama nyeri dan keterbatasan gerak pada orang dewasa, terutama lansia. Penyakit ini paling sering menyerang lutut, pinggul, dan jari tangan.

Penelitian terbaru menunjukkan OA bukan sekadar akibat penuaan atau “sendi aus”. Menurut tinjauan ilmiah di Journal of Clinical Medicine (2022), kerusakan sendi juga melibatkan peradangan kronis, kerusakan tulang di bawah tulang rawan, hingga gangguan saraf nyeri, sehingga keluhan bisa berat meski hasil rontgen terlihat ringan.

Gejala OA meliputi nyeri sendi saat bergerak, kekakuan setelah istirahat, suara “krek” saat digerakkan, pembengkakan ringan, hingga keterbatasan gerak. Risiko meningkat pada usia lanjut, perempuan pascamenopause, penderita obesitas, serta mereka yang memiliki riwayat cedera atau faktor keturunan.

Meski kronis, perkembangan OA bisa diperlambat dengan menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga ringan, melatih otot sekitar sendi, menghindari cedera berulang, dan berkonsultasi bila nyeri menetap.

Dengan pemahaman baru ini, OA kini dipandang sebagai penyakit multifaktor yang melibatkan peradangan, metabolisme, dan sistem saraf — bukan lagi sekadar “pengapuran karena usia”.