Konten dari Pengguna

Transformers, Dari Masa Emas yang Menjadi 'Rak Berdebu'

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Christoper Kawuwung tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Karakter ikonik dari Transformers, yaitu Optimus Prime. Foto: Pixabay/Nadeem
zoom-in-whitePerbesar
Karakter ikonik dari Transformers, yaitu Optimus Prime. Foto: Pixabay/Nadeem

Siapa sih yang belum pernah mendengar tentang Transformers? Waralaba yang menurut saya merupakan salah satu waralaba yang memiliki konsep dan ciri khas paling unik dibandingkan waralaba lainnya. Konsep dimana robot-robot raksasa saling bertarung dan bisa berubah bentuk menjadi kendaraan tentu terdengar sangat keren bagi banyak orang, termasuk bagi saya sendiri. Sayangnya, waralaba ini yang dulunya memiliki berbagai media yang bisa menghibur para penggemarnya sekarang hanya menjadi museum tanpa adanya kejelasan tentang keluaran media terbarunya. Lantas, mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Apa itu Transformers?

Seperti yang sudah saya singgung tadi, Transformers sendiri memiliki ciri khas yang sudah sangat melekat, yaitu robot-robot raksasa yang bisa berubah bentuk menjadi mobil, pesawat, kapal laut, dan bentuk-bentuk lainnya.

Transformers pada umumnya menceritakan peperangan antara dua faksi yang berbeda, yaitu Autobot dan Decepticon. Robot-robot raksasa yang diceritakan merupakan spesies yang berasal dari planet Cybertron.

Faksi Autobot pada umumnya diceritakan sebagai faksi yang memiliki peran baik, salah satunya adalah melindungi bumi. Autobot biasanya dipimpin oleh Optimus Prime, seorang pemimpin yang umumnya digambarkan sebagai seseorang yang bijaksana, baik hati, dan peduli terhadap sesamanya. Autobot memiliki beberapa karakter yang terkenal bagi orang-orang, seperti Bumblebee, Ratchet, Ironhide, Jazz, dan Grimlock.

Sebaliknya, faksi Decepticon pada umumnya diceritakan sebagai faksi yang memiliki peran jahat. Decepticon biasanya dipimpin oleh Megatron, seorang penguasa yang umumnya digambarkan sebagai seseorang yang sadis, bejat, dan tak kenal ampun. Decepticon memiliki beberapa karakter yang juga tidak kalah terkenal, seperti Starscream, Soundwave, dan Shockwave.

Sejarah Singkat Transformers

Jika kalian perhatikan, saya banyak menggunakan kata-kata seperti 'biasanya' dan 'pada umumnya'. Hal ini dikarenakan Transformers sudah memiliki berbagai macam media seperti film, animasi, permainan video, komik, dan lain-lain. Semua media yang sudah mengadaptasi Transformers pada umumnya memiliki cerita yang berbeda-beda dan tidak saling terhubung, tetapi tetap memiliki beberapa kesamaan seperti tema cerita dan karakter.

Transformers awalnya diciptakan oleh Hasbro pada tahun 1984 sebagai lini mainan The Transformers, yang berasal dari lini mainan Diaclone dan Micro Change milik Takara Tomy, yang kemudian diubah Hasbro untuk mengincar target pasar di Barat. Lalu, Hasbro juga menciptakan seri kartun The Transformers (atau disebut Transformers G1/Generation One oleh penggemar) sebagai bentuk promosi agar orang-orang membeli mainan-mainan tersebut. Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa Transformers sejatinya adalah waralaba yang berfokus untuk menjual mainan.

Kemudian, Transformers berkembang menjadi berbagai serial animasi yang masing-masing memiliki cerita yang berbeda dan ciri khas tersendiri. Beberapa di antaranya yang terkenal adalah Beast Wars: Transformers (1996), Transformers: Robots in Disguise (2001), Transformers Animated (2007), dan Transformers: Prime (2010).

Transformers juga banyak diadaptasi menjadi media film, baik itu film animasi maupun film live-action. Beberapa yang terkenal adalah The Transformers: The Movie (1986), film animasi sekaligus film pertama yang sangat membekas di kepala para penggemarnya karena menjadi media pertama yang mematikan Optimus Prime dalam ceritanya. Lalu, ada Transformers (2007), yang menjadi film live-action Transformers pertama sekaligus menjadi batu loncatan bagi waralaba tersebut untuk lebih dikenal oleh kalangan umum. Lalu, yang terakhir adalah Transformers One (2024), yang merupakan film animasi paling baru dari Transformers sekaligus menjadi film pertama yang sama sekali tidak memasukkan karakter manusia dalam ceritanya.

Transformers juga diadaptasi ke dalam media komik oleh beberapa penerbit yang berbeda. Di antaranya yang terkenal yaitu The Transformers keluaran Marvel Comics pada tahun 1984–1994, Transformers keluaran Dreamwave Productions pada tahun 2002, Transformers keluaran IDW Publishing pada 2005–2022 yang juga menjadi komik paling populer bagi para penggemarnya, dan yang terakhir yaitu Transformers keluaran Skybound Entertainment yang masih berjalan sejak tahun 2023 sampai sekarang.

Sama seperti film, Transformers juga banyak diadaptasi menjadi permainan video. Beberapa yang terkenal adalah Transformers: War for Cybertron (2010), yang menceritakan awal dari peperangan antara faksi Autobot dan faksi Decepticon di planet asal mereka, yaitu planet Cybertron. Lalu, gim tersebut dilanjutkan oleh kelanjutannya, yaitu Transformers: Fall of Cybertron (2012), yang menceritakan bagaimana peperangan tersebut menyebabkan 'kejatuhan' planet Cybertron.

Lantas, mengapa Transformers menjadi 'rak berdebu'?

Nyatanya, semua media Transformers yang sudah saya sebutkan tadi telah menjadi masa lalu. Pada masa sekarang, Transformers menurut saya sedang mengalami masa gersang, di mana waralaba ini nyaris tidak memiliki media yang cukup relevan.

Terakhir kali Transformers diangkat menjadi film adalah Transformers One pada tahun 2024. Namun, film itu malah gagal karena tidak meraih pendapatan yang cukup. Padahal, para penggemar menilai film itu sangat bagus. Cerita yang segar, absennya karakter manusia, dan voice acting yang dinilai sangat bagus menjadi nilai plus bagi Transformers One. Para penggemar menduga bahwa Paramount Studios, selaku studio pembuat film-film Transformers, sengaja melakukan sabotase terhadap film tersebut karena kurangnya promosi dan trailer yang dianggap sangat tidak sesuai dengan film aslinya. Saya sendiri juga kaget saat menonton Transformers One karena film tersebut jauh melebihi ekspektasi saya yang rendah setelah menonton trailer pertama film tersebut.

Satu-satunya media Transformers yang mungkin bisa dianggap relevan adalah komik keluaran Skybound Entertainment yang masih berjalan sampai sekarang. Namun, komik tersebut juga dianggap sedang mengalami masa sulit karena menurunnya kualitas cerita akibat pergantian penulis.

Saking sedikitnya media baru dari Transformers, Hasbro, selaku pembuat mainan Transformers, hanya terus-menerus membuat mainan dari media-media yang telah lama dirilis. Bahkan, tidak jarang Hasbro membuat ulang mainan dari media yang sudah ada. Beberapa penggemar pun sudah merasa jenuh karena menilai Hasbro tidak kreatif dan repetitif.

Sayang sekali, padahal menurut saya, Transformers memiliki potensi yang sangat luar biasa. Konsep pertarungan antara robot-robot raksasa yang bisa berubah bentuk tentunya terdengar sangat keren bagi orang-orang. Sayangnya, masih banyak pihak yang tidak mau mengambil kesempatan tersebut dikarenakan buruknya rekam jejak Transformers dalam beberapa tahun terakhir.

Sumber: Wikipedia, TFWiki.