3 Faktor yang Dapat Mempengaruhi Keterikatan Pegawai dengan Kantornya

Lecturer in Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker)
Konten dari Pengguna
21 Maret 2023 6:10
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Christina Amanda Savitri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
 Ilustrasi karyawan bahagia. Foto: NDAB Creativity/Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi karyawan bahagia. Foto: NDAB Creativity/Shutterstock.
Employee engagement merupakan keterikatan pegawai dengan perusahaan di mana ia bekerja. Keterikatan pegawai bukan hanya keberadaan pegawai secara fisik di perusahaan, tetapi ketika dibilang terikat dengan perusahaan fisik pegawai berada di perusahaan, pikirannya selalu mengarah dan menuju perubahan yang baik untuk pencapaian tujuan organisasi, lalu secara emosional pegawai merasa terikat dengan perusahaan dengan terlihat bahwa mereka merasa bangga dan selalu semangat dalam bekerja di perusahaan tersebut.
Menurut saya ada banyak hal yang mempengaruhi tingkat keterikatan pegawai atau employee engagement, dalam hal ini akan dibahas tiga faktor yang dapat mempengaruhi employee engagement. Berikut adalah 3 faktor yang mempengaruhi employee engagement:

1. Hubungan dan Lingkungan Kerja yang Baik

Ilustrasi meeting.
 Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi meeting. Foto: Shutterstock
Pegawai akan merasa terikat ketika ia berada di lingkungan kerja yang positif. Bukan hanya lingkungan kerja yang positif tetapi juga memiliki hubungan yang positif antar semua pihak yang ada di perusahaan.
Pegawai merasa terikat bila memiliki hubungan yang baik dengan pihak atasan dan rekan kerja. Ketika memiliki hubungan yang baik, pegawai secara tidak langsung akan meningkatkan kinerja mereka, mereka akan senang dan selalu memikirkan kesuksesan dari perusahaan mereka bekerja.

2. Kepemimpinan

Ilustrasi pemimpin perusahaan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemimpin perusahaan. Foto: Shutterstock
Di dalam perusahaan pimpinan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan employee engagement. Pegawai akan merasa semangat dalam bekerja ketika mereka dipimpin dengan pemimpin yang berkualitas, memberikan contoh baik dalam bekerja, memiliki komunikasi yang baik, dan memiliki respek kepada pegawai yang bekerja. Kepemimpinan seperti di atas ini dapat membuat pegawai betah dan semangat dalam bekerja.

3. Budaya Organisasi

Ilustrasi meeting pimpinan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi meeting pimpinan. Foto: Shutterstock
Setiap perusahaan memiliki budaya masing-masing yang diikuti dan ditaati oleh pegawai. Budaya organisasi sebuah sistem kepercayaan dan sikap bersama yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang. Pegawai bisa merasa terikat dengan perusahaan bila budaya organisasi cocok dengan pegawai tersebut.
Contoh budaya organisasi yaitu adanya makan bersama dengan semua pegawai dan pimpinan dan diberikan kesempatan dalam mengutarakan pendapat di perusahaan. Budaya organisasi mempengaruhi pegawai untuk selalu merasa semangat dalam mengerjakan pekerjaannya.