Film Agensi Rumah Tangga: Ketika PHK Membuka Jalan Usaha

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Chairina Husna Afifah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi sebagian orang kehilangan pekerjaan terasa seperti akhir dari sebuah perjalanan. Namun, hal tersebut menjadi awal dari perjalanan baru bagi Katia dalam film Agensi Rumah Tangga yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Almira Bastari. Film drama komedi yang disutradarai oleh Naya Anindita ini mengangkat cerita tentang keluarga, perjuangan perempuan, serta kehidupan asisten rumah tangga dengan cara yang ringan dan melekat pada kehidupan sehari-hari.
Identitas Film
Judul : Agensi Rumah Tangga
Sutradara : Naya Anindita
Penulis Skenario : Upi Avianto
Produser : Chand Parwez Servia
Produksi : StarVision Plus
Tahun Tayang : 2026
Genre : Drama, Komedi
Durasi : 115 menit
Negara : Indonesia
Pemeran : Enzy Storia, Afgansyah Reza, Unique Priscilla, Fita Anggriani, dan lainnya.
Sinopsis
Agensi Rumah Tangga mengisahkan perjuangan Katia Amaranto, seorang mantan pekerja start-up yang kehilangan pekerjaannya akibat PHK massal. Di tengah kondisi tersebut, Katia masih harus memikirkan cicilan rumahnya dan memenuhi harapan sang ibu karena ia harus segera kembali bekerja atau menjadi PNS.
Alih-alih mencari pekerjaan kantoran, Katia memilih membangun usaha penyaluran asisten rumah tangga terinspirasi dari Bi Minah, seorang Asisten Rumah Tangga yang juga terkena PHK.
Namun, menjalankan agensi tidak semudah yang dibayangkan. Katia harus menghadapi berbagai macam klien dengan sifat dan ketentuan yang berbeda, begitu juga dengan para ART-nya yang memiliki karakter masing-masing. Salah satu kliennya merupakan seorang penyanyi terkenal yang membuat hidup Katia lebih berwarna karena persoalan pekerjaan dan kisah asmaranya.
Resensi
Film Agensi Rumah Tangga, ceritanya cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Persoalan PHK, mencari pekerjaan, tuntutan keluarga, hingga kebutuhan untuk tetap bertahan secara finansial merupakan hal yang sering ditemui dalam kehidupan masyarakat. Cerita tersebut kemudian dikemas dengan unsur komedi sehingga film terasa ringan untuk ditonton.
Hal yang cukup menarik bagi saya adalah bagaimana film ini memperlihatkan kehidupan ART dari sisi yang lebih luas. Mereka tidak hanya digambarkan sebagai pekerja, tetapi juga sebagai orang yang memiliki kehidupan dan persoalan masing-masing. Hubungan Katia dengan para ART juga membuat cerita terasa lebih hangat.
Akting para pemain juag cukup mendukung suasana film. Enzy Storia sebagai Katia mampu membawakan karakter yang sedang berusaha bangkit setelah kehilangan pekerjaan, sedangkan kehadiran Afgan sebagai Kafka memberikan unsur romantis dan komedi dalam cerita.
Namun, beberapa konflik terasa diselesaikan terlalu cepat sehingga terdapat bagian yang sebenarnya masih bisa dikembangkan. Meskipun demikian, hal tersebut tidak mengganggu karena film ini memang menonjolkan cerita yang ringan dan menghibur penonton.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, film Agensi Rumah Tangga merupakan film yang menggabungkan drama, komedi, keluarga, dan perjuangan dalam memulai kehidupan kembali. Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan bahwa setiap pekerjaan memiliki cerita dan perjuangannya masing-masing.
Rating : 8,5/10
