Konten dari Pengguna

Menikmati Salmon Segar di Restoran Okinawa Senopati

Caca ChubbyTraveler - Food Reviewer

Caca ChubbyTraveler - Food Reviewerverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Caca ChubbyTraveler - Food Reviewer tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbagai jenis makanan khas Jepang (Dok. Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Berbagai jenis makanan khas Jepang (Dok. Pribadi)

Panggilan kepada para penikmat hidangan Jepang! Baca kata ‘salmon’ di judul aja pasti bayangannya udah langsung lari ke makanan khas Negeri Sakura itu, kan? Padahal, salmon sebenarnya merupakan salah satu ikan yang mudah ditemukan di berbagai jenis hidangan lain.

Tapi tenang, bener kok, kali ini kita akan ngomongin restoran khas Jepang secara khusus! Iya, restoran yang sering kali bikin kantong kering karena harga yang ditawarkan kebanyakan memang enggak murah.

Hidangan khas Jepang sebenarnya cukup variatif. Kita bisa menemukan jenis hidangan nasi yang terdapat di sushi dan donburi, mi udon dan ramen, gorengan tempura, daging panggang yakiniku, dan masih banyak lagi. Enggak heran kalau hidangan khas Jepang ini punya banyak penggemar di hampir seluruh belahan dunia.

Menu yang disajikan dikenal dengan cita rasa yang berkarakter dan diakui kualitas serta kesegarannya. Sebut saja satu jenis hidangan khas Jepang yang bisa dimakan tanpa dimasak atau ditambah apapun. Apalagi kalau bukan sashimi?

Sashimi (Dok. Pribadi).

Di Indonesia, khususnya Jakarta, restoran khas Jepang sudah gampang banget untuk ditemukan. Baik di pusat perbelanjaan, restoran pinggir jalan, hingga di bawah tenda pun kalian bisa menemukan makanan khas Jepang. Tak jarang restoran Jepang ini didirikan berdekatan satu dengan yang lainnya.

Coba kalian mampir ke daerah Senopati, Jakarta Selatan. Perhatikan jumlah restoran Jepang di sana. Bahkan, ada yang bersebelahan! Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa setiap restoran tentu membutuhkan keunikan untuk dapat menarik perhatian dan dibedakan dari pesaingnya.

Dari banyaknya restoran Jepang yang ada, pada suatu malam di akhir pekan, kami mampir ke tempat makan yang cukup menarik untuk dicoba. Sebenarnya dikatakan menarik karena terdapat dua brand restoran yang berbeda di satu gedung yang sama.

Di lantai atas terdapat dining, lounge, dan roofbar yaitu Baxtersmith. Nah, tepat di bawahnya berdiri restoran Jepang yang berhasil memikat hati kami. Namanya, Okinawa.

Restoran Okinawa (Dok. Pribadi).

Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, dan ternyata masih terdapat lima nama dalam waiting list. Setelah menunggu sekitar 30 menit, akhirnya kami mendapatkan tempat di sushi bar. Sebenarnya posisinya kurang nyaman, karena bangku yang disediakan berdekatan dengan bangku meja belakang.

Jadi, pegawai juga agak sulit ketika mau lewat. But anyway, the decoration is bright and eye-catching! Seperti yang dapat dilihat, desain yang didominasi dengan warna natural dan warna-warna cerah ini memang bikin mata segar. Apalagi warna hijau di lantai kacanya!

Dekorasi lantai hijau (Dok. Pribadi).
Suasana restoran Okinawa (Dok. Pribadi).

Oke, kayaknya sudah pada enggak sabar untuk tahu lebih lanjut tentang makanannya. Sebelum ngomongin rasa, kita punya kabar baik buat kalian semua. Di sini semua menu salmon diskon 50 persen! Yes, kalian enggak salah baca. Mana nih suara penggemar salmon?

Bayangin aja, menu seperti salmon sashimi, salmon carpaccio, salmon nakaochi, aburi salmon mentai sushi, mini aburi salmon onsen egg, salmon mentai roll, dan salmon teriyaki dapat dinikmati dengan setengah harga, kecuali salmon belly.

Nah, sedikit catatan nih, enggak setiap hari kalian bisa menikmati promo ini. Tapi tenang, untuk tanggal yang terdekat adalah 1 Mei (yes, hari libur!), promo ini berlaku. Pas banget, kan?

Berbagai menu di restoran Okinawa Dok. pribadi

Langsung ke review dari menu yang kita pesan ya. Pertama, ada salmon mentai roll yang terdiri dari 8 pieces. Tidak dihidangkan di atas piring, sushi ini justru ditata di atas tangga yang berukuran cukup besar dibandingkan dengan meja pas-pasan gue. Kekinian sekali ya tangga sushi ini.

Salmon di atas ditutupi dengan saus spicy mentai yang creamy. Di dalamnya, kalian bisa juga menemukan tanuki, cucumber, dan crabstick. Buat gue crabstick-nya enggak segar, kering, dan enggak kenyal seperti crabstick pada umumnya. Gulungan sushi roll ini juga terkesan agak berantakan dan kurang padat, sehingga berantakan ketika diangkat.

Bagi kalian yang enggak tau tanuki, tanuki adalah sisa adonan tepung yang digoreng, sehingga memiliki tekstur yang garing! Yes, yang biasa ada di tempura juga! Nah, tanuki ini yang membuat setiap suapan sushi jadi highlight, crunchy, dan creamy dari saus mentai pecah di mulut.

Salmon nakaoshi (Dok. Pribadi).

The star of the day was salmon nakaoshi! Asli, favorit! Jadi, hidangan ini berupa salmon mentah yang sudah dicincang, disertai dengan tanuki, sliced cucumber, telur ikan, dan telur kuning mentah khas Jepang!

Cara makan ala gue adalah dengan memecahkan telurnya, lalu aduk semua komponen dalam mangkuk sampai rata. Secara tekstur tentu jadi agak lembek dan padat menyatu karena si telur kuning, tapi untung ada bantuan dari garingnya tanuki.

Jadi di setiap gigitan bukan lembek kayak makan bubur, tapi ada padat crunchy dan bikin aftertaste-nya enggak terlalu enek. Favoritnya lagi, dengan promo 5o persen, hidangan yang tadinya seharga Rp 60.000 bisa jadi Rp 30.000 saja!

Mini aburi salmon roll (Dok. Pribadi).

Next, ada mini aburi salmon roll yang dipesan per pieces. Sesuai dengan namanya, memang secara ukuran sushi ini lebih kecil daripada sushi pada umumnya. Hidangan ini berupa nasi yang dikelilingi oleh salmon, dan di atasnya terdapat kuning telur puyuh mentah dan telur ikan.

Hebatnya adalah, hidangan ini enggak amis sama sekali, justru fresh! Ketika masuk ke mulut, langsung meleleh. Saat disajikan, sushi ini sudah langsung dilengkapi dengan teriyaki garlic soy sauce di bawahnya, jadi tanpa basa-basi bisa langsung dilahap saja. Rasanya lebih ke gurih dibanding asin.

Salmon carpaccio (Dok. Pribadi).

Selain itu, sudah pasti kita juga pesan salmon sashimi. Satu porsi salmon sashimi terdiri atas dua irisan yang tipis. Secara ukuran memang agak kecil, jadi kalian pasti ingin nambah. Tapi soal rasa, seperti menu-menu sebelumnya, fresh!

Kami juga pesan salmon carpaccio yang sebenarnya mirip dengan sashimi, tapi potongannya lebih tipis. Salmon carpaccio juga langsung dilengkapi dengan teriyaki soy sauce, namun bagian atasnya di-torch sehingga salmonnya menjadi setengah matang.

Salmon sashimi (Dok. Pribadi).

Secara keseluruhan, dari segi kualitas memang salmon di sini cukup fresh dan tersedia dalam menu yang variatif banget. Untuk service-nya, cukup lambat dan masih kurang kompak. Mungkin karena lagi ramai ya.

Nilai tambah buat restoran ini adalah, setiap menu disertai dengan foto, sehingga kita sudah enggak perlu minta pelayan untuk menjelaskan lebih lanjut. Bagian terbaiknya jelas diskon 5o persen! Total dari semua yang kita makan hari itu hanya 232.500 rupiah. Ingat, di dalamnya ada lima jenis menu dengan porsi yang lumayan mengenyangkan!

Nah, jadi jangan dilupakan ya! Tanggal 1 Mei 2019, kalian bisa langsung ke Okinawa Senopati untuk berburu salmon. Jangan lupa reservasi dulu ya, kalau enggak waiting list-nya akan sangat panjang.