Tradisi Ziarah Makam Datuk Sei Rumbia di Kec. Bangko Pusako, Kab. Rokan Hilir

Mahasiswi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Riau Angkatan 2019
Tulisan dari Cici Rahma Arbain tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sei Rumbia adalah nama sungai yang terdapat di desa Bangko Kanan, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Di Sei Rumbia tersebut terdapat sebuah makam keramat yang mana makam tersebut dikenal dengan nama Makam Datuk Sungai Rumbia. Datuk Sei Rumbia adalah seorang tokoh penting didaerah tersebut. Menurut salah seorang tokoh masyarakat yang bernama Rahman Bonsu (93 tahun) yang merupakan orang tetua disekitar daerah tersebut, Beliau mengatakan menurut cerita orang tetua terdahulu mengatakan bahwa Datuk Sei Rumbia berasal dari Provinsi Aceh.
Beliau menyebutkan bahwa dahulu Datuk Sei Rumbia memiliki seorang putri, suatu ketika datanglah suku Sakai untuk meminang putri Datuk Sei Rumbia tersebut namun pinangan tersebut ditolak oleh Datuk Sei Rumbia. Suku Sakai yang tidak terima pinangannya ditolak oleh Datuk Sei Rumbia, akhirnya Suku Sakai melakukan penyerangan secara terus-menerus ke kediaman Datuk Sei Rumbia. Penyerangan tersebut terjadi sekitar abad ke 19.
Akibat penyerangan yang dilakukan Suku Sakai secara terus-menerus akhirnya membuat Datuk Sei Rumbia merasa tidak aman. Sehingga disuatu ketika Datuk Sei Rumbia pun menghilang entah kemana, sejak saat itulah sampai saat ini tidak ada yang mengetahui secara pasti kemana hilangnya Datuk Sei Rumbia tersebut.
Beberapa tahun kemudian tepatnya setelah Indonesia merdeka, ditemukanlah gundukan tanah disekitar kediaman Datuk Sei Rumbia yang terletak dimuara Sungai Sei Rumbia. Setelah memperhatikan, keanehan-keanehan disekitar gundukan tanah tersebut terdapat kayu berbentuk nisan, banyak ditemukan sarang penyongek (tawon). Kemudian, ketika musim banjir yang menggenangi sekitar muara sungai Sei Rumbia gundukan tanah tersebut tidak terendam. Kemudian, air yang berada disekitar muara sungai sei rumbia (sekitar gundukan tanah tersebut berbeda rasanya dengan air yang berada di Hulu sungai Sei Rumbia tersebut.
Oleh sebab itu, melihat keanehan-keanehan yang terdapat disekitar gundukan tanah tersebut oleh masyarakat melayu Bangko Pusako menyakini bahwa gundukan tanah tersebut adalah sebuah makam Datuk Sungai Sei Rumbia beserta putrinya. Menurut keterangan beliau dan masyarakat sekitar, bahwa dahulu ada Buaya Putih dan Harimau menunggu makam tersebut. Sejak sat itulah masyarakat sekitar mempercayai bahwa makam tersebut adalah makam keramat dan sampai saat ini makam tersebut masih dijaga dengan baik.
Sejak saat itu pula muncul lah sebuah tradisi ziarah makam Datuk Sei Rumbia yang hingga saat ini masih sering dilakukan masyrakat sekitar Bangko Pusako maupun diluar Bangko Pusako. Adapun tradisi ziarah makam Datuk Sei Rumbia yang masih dilakukan hingga saat ini adalah untuk membayar Nazar (niat atau janji) jika keinginan kita berjalan sesuai rencana kita.
Nama : Cici Rahma Arbain
Asal Prodi : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Riau
Dosen Pengampu : Piki Setri Pernantah, M.Pd.
