Pengusaha Konveksi Banting Setir Membuka Bisnis Kuliner Cilor di Tengah Pandemi

Pemilik usaha cilok di area Foodcourt UMY
Tulisan dari Cilor Bagus UMY tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pandemi covid-19 membuat pengusaha konveksi ini beralih membuka usaha kuliner. Juju Suardi atau yang sering disapa Mang Jueng asal Buah Batu, Bandung yang merantau di Jogja ini membuka usaha cilor sejak September 2020 lalu. Mang Jueng seorang bapak dari dua anak ini harus memutar otak akibat sepinya pesanan usaha konveksi yang sudah cukup lama dia jalankan. Aktivitas seperti sekolah dan bekerja yang beralih ke sistem daring memberikan dampak kepada usaha konveksi. Para pengusaha konveksi mulai kehilangan pelanggan, mengalami banyak penurunan pemasukan sehingga tidak tercapai target pendapatan seperti tahun-tahun lalu.

“Sejak pandemi kemarin, bisnis konveksi sangat berimbas. Permintaan konsumen seperti pembuatan seragam menurun drastis. Sebenarnya sempat memproduksi masker kain saat awal covid-19, namun tidak bertahan lama setelah ramainya penggunaan masker sekali pakai,” terang Mang Jueng.
Tak ingin berlama-lama terdiam dalam keterpurukan, Mang Jueng akhirnya mendapatkan ide banting setir memulai bisnis kuliner cilor. Ide tersebut muncul hanya sekadar mengandalkan dari mana asal Mang Jueng, yaitu dari Kota Bandung. Cilor ini merupakan jajanan yang banyak digemari di daerah Bandung dan Mang Jueng ingin mencoba menjualnya di Kota Jogja.
Ternyata, bisnis tersebut mendapatkan respons baik dari masyarakat. Mang Jueng yang memilih tempat untuk berjualan di sekitar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berhasil menarik perhatian para mahasiswa dan masyarakat sekitar. Usaha cilor yang dirintis hampir 2 tahun sejak pandemi ini, setiap harinya Mang Jueng dapat menghabiskan makaroni dan aci sebanyak 10 kg.
