Konten dari Pengguna

Zakat untuk Palestina Lewat Badan PBB, Begini Caranya!

Sindy Nur Fitri

Sindy Nur Fitri

Humanity beyond politics. Purpose beyond profit. #Sesdilu79

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sindy Nur Fitri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Situasi kemanusiaan di Palestina masih memprihatinkan. Jutaan warga dan pengungsi Palestina mengandalkan bantuan kemanusiaan dari negara, organisasi internasional, dan lembaga masyarakat.

Tahukah Anda bahwa kini terdapat peluang bagi masyarakat luas untuk membantu warga dan pengungsi Palestina melalui zakat yang dikelola badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)?

Zakat Jadi Sumber Baru Pembiayaan PBB

Tahun 2022, Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Development Programme/UNDP) memproyeksikan potensi penerimaan zakat hingga 1 trilyun dolar tiap tahunnya. Angka fantastis ini membuat banyak pihak mulai melirik zakat bukan hanya sebagai kewajiban keagamaan, tapi juga sebagai sumber pembiayaan berkelanjutan untuk pembangunan dan kemanusiaan.

Potensi ini ditangkap oleh sejumlah badan PBB yang telah membentuk mekanisme zakat dan kemitraan filantropi Islam.

UNRWA, contohnya. Badan PBB yang mengelola bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi Palestina ini telah membuka kanal bagi masyarakat yang ingin secara langsung menyalurkan zakatnya untuk pengungsi Palestina melalui laman https://donate.unrwa.org/int/en/zakat.

Zakat yang dihimpun UNRWA akan disalurkan dalam bentuk bantuan makanan dan uang tunai kepada keluarga miskin bagi pengungsi Palestina yang memenuhi syarat di lima wilayah operasi UNRWA yaitu Gaza, Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, Lebanon, Suriah, dan Yordania.

Tampilan laman zakat pada website UNRWA. Foto: Laman resmi UNRWA.

Selain UNRWA, Dana Kependudukan PBB atau UNFPA juga membuka program zakat untuk warga Palestina melalui laman https://www.unfpa.org/donate/Zakat/Gaza. Zakat yang dihimpun UNFPA akan disalurkan kepada warga Palestina di Gaza dalam bentuk bantuan dana serta "dignity kit" berupa perlengkapan kebersihan dan kesehatan yang penting bagi setiap wanita untuk mempersiapkan datangnya menstruasi.

Selain dua badan PBB tersebut, sejumlah badan PBB lain yang juga memiliki kemitraan filantropi Islam antara lain Badan Pengungsi Dunia atau UNHCR melalui program "Refugee Zakat Fund", dan Organisasi Migrasi Internasional atau IOM melalui "Islamic Philantrophy Fund". Zakat yang dihimpun UNHCR dan IOM disalurkan bagi pengungsi di berbagai belahan dunia.

Pengelolaan Zakat Badan PBB dan Syariat Islam

Zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang bermakna penyucian harta dan pengakuan bahwa seluruh rezeki berasal dari Allah.

Badan PBB yang menghimpun dan mengelola zakat perlu memastikan kepatuhan terhadap syariat Islam. Tiga institusi Islam, termasuk dari Universitas Al-Azhar dan Masjid Al-Aqsa telah mengeluarkan fatwa sebagai dasar pengelolaan program zakat yang dikelola UNRWA.

Tiga institusi yang mengeluarkan fatwa bagi program zakat UNRWA. Foto: Laman resmi UNRWA.

Adapun program "Refugee Zakat Fund" yang dikelola UNHCR dalam laman resminya memaparkan aspek kepatuhan dan transparansi dalam pengelolaan dana zakat, termasuk melalui dukungan fatwa dari 18 organisasi serta mekanisme pelaporan rutin dan mekanisme monitoring.

Sinergi Iman dan Kemanusiaan

Langkah PBB membuka saluran zakat bukanlah akhir, melainkan awal dari sistem filantropi Islam yang lebih modern, inklusif, dan berdampak. Contohnya, pada tahun 2024, UNHCR telah menghimpun zakat dan sadaqah dari 42.005 donatur yang disalurkan untuk mendukung lebih dari 8,9 juta pengungsi di 31 negara.

Kini, masyarakat Indonesia dapat menyalurkan zakatnya untuk warga Palestina melalui jalur resmi PBB. Ke depan, ulama Indonesia juga dapat mendukung program zakat PBB melalui penerbitan fatwa guna memperkuat kepercayaan, tata kelola dan ekosistem zakat PBB.

Di tengah berbagai tantangan global dan krisis kemanusiaan yang tak kunjung usai, zakat menawarkan harapan baru dan solusi inovatif pendanaan pembangunan dan kemanusiaan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Karena di balik setiap sedekah yang kita berikan, ada pesan yang lebih besar — bahwa solidaritas dan kemanusiaan bersifat universal dan tidak mengenal batas negara.