Rebranding Desa Eduwisata di Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten

Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Diponegoro
Tulisan dari Cindy Ratna tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ngawonggo (05/02/2024) Desa Ngawonggo memiliki banyak potensi, terutama dalam hal pendidikan dan seni budaya. Melihat potensi ini, dirancanglah sebuah program yang bertujuan untuk mengekspos keunggulan Desa Ngawonggo melalui media sosial agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Program Rebranding Desa Eduwisata ini dimulai dengan melakukan survei potensi dan kebutuhan desa. Kemudian mahasiswa melakukan wawancara beserta pengambilan video kepada setiap segmen program. Adapun beberapa segmen tersebut antara lain sekolah, UMKM, hadroh, dan industri yang tersebar di desa.
Untuk sekolah, mahasiswa mengambil beberapa sample sekolah seperti MI Al Ma'arif Doyo dan PPIMN (Pusat Pendidikan Islam Muharrikun Najaah). Sedangkan untuk UMKM, mahasiswa meliput dua UMKM unggulan Desa Ngawonggo, yaitu Waindi yang merupakan bisnis baju lokal dan Baja Sri Mulya yang merupakan tempat pembuatan hot plate. Dalam hal industri, terdapat UD Lurik Indah Klasik dan pengecoran logam. Kemudian salah satu kesenian yang menjadi unggulan Desa Ngawonggo adalah hadroh. Diliput dua hadroh, yaitu Laa Tansa dan Nurul Hidayah yang aktif melakukan latihan setiap satu minggu sekali hingga dua kali.
Desa Ngawonggo kini memiliki website dan akun media sosial resmi yang mempromosikan potensi edukatif dan wisata desa. Program Rebranding Desa Eduwisata oleh Tim KKN 1 UNDIP 2023/2024 di Desa Ngawonggo menjadi contoh bagaimana mahasiswa dapat berperan aktif dalam mengembangkan potensi desa. Dengan adanya program ini, diharapkan potensi- potensi Desa Ngawonggo akan lebih dikenal oleh masyarakat luas.
Penulis: KKN TIM I UNDIP 2023/2024 Desa Ngawonggo
DPL: Dr. Drs. Catur Kepirianto, M.Hum.
