Hati-hati! Cemburu Ternyata Bukan Bagian dari Sebuah Cinta

Mulailah membaca dengan Bismillah, akhiri dengan Istighfar. Kisah didramatisir dari kisah nyata.
Tulisan dari Cinta dan Rahasia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cinta memang menjadi salah satu subjek yang sangat menarik untuk dibahas. Cinta memiliki dinamikanya tersendiri yang cukup susah untuk ditebak oleh manusia. Banyak sekali ilmuan dan buku yang membahas soal dinamika percintaan.
Walaupun begitu, rasa-rasanya tetap sulit untuk mengerti percintaan itu sendiri.
Salah satu yang wajib dibahas soal percintaan adalah bagaimana seseorang menunjukan cintanya jepada orang lain? Tentunya dengan banyak cara. Salah satu yang sering diutarakan oleh orang-orang tentu saja adalah cemburu.
Yes, banyak yang menganggap jika cemburu adalah salah satu sifat dari percintaan Lantas apakah benar begitu? Faktanya, cemburu ternyata bukanlah sifat dari percintaan.
Bahkan cemburu dianggap sebagai salah satu hal yang sangat berbahaya dalam percintaan. Benarkah demikian?
Menurut tulisan dari Medium, kecemburuan muncul karena adanya rasa kurang percaya. Karena rasa ini muncul jika seseorang merasa tidak aman dengan pasangan mereka. Di situlah cemburu akhirnya muncul dan biasanya berujung dengan hal-hal yang kurang baik.
Selain itu, cemburu bisa muncul jika seseorang tak percaya dengan dirinya sendiri.
Hal tersebut akan membuat seseorang merasa dirinya tidak lebih baik dari orang yang berinteraksi dengan pasanganya. Terkadang, hal ini akan membuat seseorang ketakutan bahwa pasangannya akan pergi atau diambil oleh orang lain.
Beberapa orang menganggap jika cemburu dibagi dua jenis yaitu kecemburuan romantis dan kecemburuan beracun (toxic). Namun, beberapa orang lainnya membantah dan menganggap jika cemburu adalah hal yang toxic tanpa ada hal positif di dalamnya.
Kenapa Cemburu Disebut Racun
Cemburu disebut sifat racun yang berbahaya karena bisa berdampak pada hal-hal negatif. Selain itu, cemburu adalah salah satu sifat yang dialami dan bisa ditekan oleh si penderita. Orang lain atau pasangan tidak akan bisa meredakan kecemburuan seseorang.
Salah satu contohnya, ada pasangan yang tak melakukan apapun, namun tetap dicemburui. Ini adalah salah satu kasus yang sering kita temui di dunia nyata.
Di samping itu, kecemburuan sangat berlawanan dari sifat percintaan yakni rasa percaya. Dalam kecemburuan, tidak ada rasa percaya, sedangkan untuk mencintai dan membangun hubungan positif, seseorang harus percaya dengan pasangannya.
Jika tidak buru-buru diantisipasi, kecemburuan bisa berujung menjadi sesuatu yang sangat berbahaya bahkan tak jarang berujung tindak kriminal. Sayangnya, hanya orang yang mengalami kecemburuan yang bisa mengobati dirinya sendiri.
Oleh sebab itu, sebelum mencintai seseorang, isi perasaan dengan hal positif dan rasa percaya kepada pasangan.
