Konten dari Pengguna

Ketika Benci Mengubah Sosok Isabella of France Terhadap Sang Suami

Cinta dan Rahasia

Cinta dan Rahasia

Mulailah membaca dengan Bismillah, akhiri dengan Istighfar. Kisah didramatisir dari kisah nyata.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Cinta dan Rahasia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di masa lalu, kebencian kerap kali menjadi awal dari pertikaian besar bahkan tragedi besar yang masih melegenda hingga saat ini. Foto. dok: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Di masa lalu, kebencian kerap kali menjadi awal dari pertikaian besar bahkan tragedi besar yang masih melegenda hingga saat ini. Foto. dok: Pixabay

Kebencian menjadi musuh paling berbahaya bagi diri seseorang. Karena kebencian, orang bisa melakukan apa saja agar tujuan mereka terpenuhi. Di masa lalu, kebencian kerap kali menjadi awal dari pertikaian besar bahkan tragedi besar yang masih melegenda hingga saat ini.

Salah satu kisah mengenai kebencian datang dari Isabella of France yang membenci suaminya serta melakukan apa saja. Isabella memerintah Inggris dari tahun 1308 hingga 1327, pertama bersama suaminya Raja Edward II, dan kemudian dengan kekasih barunya.

Oleh sebab itu, Isabella melakukan manuver untuk membuat orang yang dia benci hilang dari dunia ini. Foto. dok: Pixabay

Sayangnya, Isabella semakin diabaikan oleh suaminya, yang tergila-gila dengan orang lain, salah satunya adalah Hugh Despenser yang amat sangat dibenci oleh Isabella. Oleh sebab itu, Isabella melakukan manuver untuk membuat orang yang dia benci hilang dari dunia ini.

Jadi, ketika dia dikirim ke Prancis untuk menengahi perdamaian, dia mengeluarkan ultimatum untuk menghancurkan Despenser sementara jika tidak dilakukan, Isabella akan menetap di Prancis. Suaminya menolak permintaannya sehingga Isabella menetap di Prancis.

Isabella dan kekasihnya sukses memerintah Inggris sampai anaknya dewasa. Foto. dok: Pixabay

Tidak berdiam diri, di Prancis, dia menjalin hubungan dengan Roger Mortimer. Mortimer dan Isabella berhasil menyusun rencana untuk menggulingkan Edward, dan Edward terpaksa harus turun dari tahtanya. Isabella dan kekasihnya sukses memerintah Inggris sampai anaknya dewasa.

Hal ini jelas menjadi salah satu hal yang tentu luar biasa di mana kebencian bisa membuat orang rela melakukan apapun bahkan yang dianggap tidak mungkin.