Konten dari Pengguna

Kisah Rachel Isum, Wanita yang Perangi Rasisme untuk Sang Suami Lewat Cinta

Cinta dan Rahasia

Cinta dan Rahasia

Mulailah membaca dengan Bismillah, akhiri dengan Istighfar. Kisah didramatisir dari kisah nyata.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Cinta dan Rahasia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jackie Robinson beruntung memiliki wanita setangguh dan sepengertian Rachel Isum dalam hidupnya. Foto. dok: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Jackie Robinson beruntung memiliki wanita setangguh dan sepengertian Rachel Isum dalam hidupnya. Foto. dok: Pixabay

Jackie Robinson adalah salah satu atlet baseball yang sangat beruntung karena memiliki wanita yang sangat tangguh bernama Rachel Isum atau lebih dikenal sebagai Rachel Robinson. Dia adalah wanita yang membela karier Jackie mati-matian dan rela membela Jackie untuk memerangi rasisme.

Jackie Robinson adalah pemain baseball untuk Brooklyn Dodgers yang bertemu dengan Presiden Tim, Branch Rickey pada 28 Agustus 1945. Dalam kesempatan itu Rickey memang ingin memeperkenalkan pemain kulit hitam pertama ke Major League Baseball dalam kurun waktu lebih dari 60 tahun.

Untuk memuluskan langkahnya, Rickey menanyakan apakah Jackie punya pacar atau tidak. Rickey kemudian mengatakan bahwa jika berkarier di Major League Baseball sebagai seorang minoritas, dia harus memiliki seorang wanita karena satu alasan.

Alasannya adalah nantinya pacar dari Jackie akan memegang tanggung jawab untuk mendukung kariernya. Menurutnya, dengan dukungan tersebut, seorang kulit hitam bisa menyetarakan diri dengan kulit putih.

Awal Perkenalan Jackie dan Rachel

Kariernya dan pertarungannya menghadapi rasisme terbantu oleh sang istri. Foto. dok: Pixabay

Awal perkenalan Jackie dan Rachel bisa dibilang cukup standar. Di tahun 1940, Jackie sudah menjadi orang besar di kampus sebagai atlet yang sangat terkenal. Sedangkan Rachel adalah siswa perawat biasa yang tidak begitu terkenal.

Meski begitu, Jackie menyukai Rachel karena dia asyik untuk diajak berbicara. Menurut Jackie seperti dijelaskan dalam film dokumenter Ken Burns berjudul Jackie Robinson, Rachel rutin memberinya motivasi meskipun pada dasarnya dia adalah orang yang pemalu.

Di sisi lain, Rachel menyukai Jackie karena rasa percaya dirinya yang tinggi. Dalam berbagai kesempatan, Jackie kerap menonjolkan warna kulitnya dan tidak malu dengan hal itu.

“Dia tidak pernah malu dengan warna kulitnya," kenangnya.

Keduanya bertunangan pada tahun 1941, tetapi hubungan mereka diuji ketika Jackie ditugaskan ke Fort Riley, Kansas. Di situ, cinta mereka diuji hingga salah satunya memaksa Jackie untuk meminta kembali cincin pertunangan mereka. Singkat cerita, Jackie menjadi atlet bisbol namun dalam perjalanan kariernya, dia kerap mengalami tindakan rasisme yang sangat mengganggunya.

Kembali Mencinta, Melindungi Jackie, dan Melawan Rasisme

Rasisme kalah, Jackie dicintai oleh para fansnya hingga menjadikannya sebuah fenomena. Foto. dok: Pixabay

Setelah melewati percintaan penuh liku, keduanya menikah pada 10 Februari 1946. Di sana Jackie sudah bermain untuk Dodgers. Meski begitu, apa yang dia terima ketika berkarier di Dodgers sangat berat. Berbagai hal berbau rasisme kerap ia dapatkan.

Namun pada akhirnya, Jackie mampu bangkit melawan rasisme karena adanya dukungan dari sang istri. Dalam berbagai kesempatan, Jackie mengatakan jika dia dengan Rachel adalah sebuah tim.

Bahkan menurut salah satu dokumenter, Jackie kerap mengatakan istilah “kami” yang merujuk pada dirinya dan Rachel untuk menggambarkan apa yang dia lakukan di lapangan.

Rachel sendiri memang berjanji untuk melindungi Jackie setelah salah satu peristiwa memalukan ketika mereka dikeluarkan dari pesawat karena masalah rasial.

“Naluri saya yang paling dalam sebagai istri Jack adalah untuk melindunginya. Tugas yang mustahil. Namun, saya dapat hadir secara konsisten untuk menyaksikannya, mencintai tanpa syarat, berbagi pemikiran dan kesengsaraannya, menemukan humor bersamanya,” tuturnya.

Menurut Rachel, kekonyolan mereka membuat mereka berhasil mempertahankan semangat juang di tengah isu rasisme yang sangat mengganggu keluarga mereka.

Apa yang mereka pertahankan berbuah manis. Jackie berhasil menjadi idola di wilayah Montreal setelah sukses bersama tim Royals.

Salah satu jurnalis di era itu, Sam Maltin, dia melihat hal gila dalam sejarah ketika pria kulit hitam dielu-elukan di tengah orang-orang kulit putih.

“Mungkin itu satu-satunya hari dalam sejarah di mana seorang pria kulit hitam lari di tengah kebanggaan orang kulit putih dengan cinta. Biasanya orang kulit hitam terlihat menderita di kerumunan kulit putih,” tuturnya.

Kisah ini sangat inspiratif dan menjadi salah satu kisah cinta legendaris yang pernah ada di dunia.