Kisah Tragis Theodore Roosevelt, Kehilangan 2 Cintanya dalam Satu Waktu

Mulailah membaca dengan Bismillah, akhiri dengan Istighfar. Kisah didramatisir dari kisah nyata.
Tulisan dari Cinta dan Rahasia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Theodore Roosevelt merupakan salah satu sosok yang sangat berpengaruh di dunia. Dia merupakan Presiden Amerika Serikat yang ke-26 dengan banyak sekali catatan luar biasa. Dia menjabat selama dua periode dari 1901 hingga 1909.
Meski kariernya dipenuhi dengan cahaya, namun siapa sangka jika dia pernah mengalami nasib yang sangat tragis di tahun 1884. Ketika itu dia masih menjadi seorang politisi dan disebut-sebut sebagai calon Presiden Amerika Serikat. Bahkan saking getirnya kejadian tersebut, dia mengatakan bahwa cahaya di dalam hidupnya telah padam.
Ya, dalam waktu yang berdekatan, seorang Theodore Roosevelt kehilangan dua cintanya sekaligus yaitu ibu serta istrinya. Kejadian ini membuatnya sangat terpukul dan banyak tulisan di buku hariannya yang melambangkan penyesalannya.
Dalam kisahnya, Roosevelt kehilangan ibu serta istrinya pada 14 Februari 1884. Ketika itu ibunya, Martha Roosevelt yang berusia 48 tahun mengalami sakit flu. Sedangkan sang istri, meninggal setelah melahirkan anak pertama mereka. Istrinya kemudian diketahui memiliki penyakit ginjal yang tidak diketahui hingga akhirnya peristiwa itu merenggut nyawanya.
“Saya tidak pernah berpikir seorang pria mencintai seorang wanita lebih dari saya mencintainya,” dimaksudkan kepada Alice Hathaway Lee Roosevelt yang merupakan istrinya.
Di sisa hidupnya, Roosevelt bahkan enggan menyebutkan nama istrinya saking terpukulnya dengan kematiannya. Lalu sebesar apa cinta Roosevelt pada ibu dan juga istrinya hingga dia mengatakan bahwa di dalam hidupnya sudah tidak ada cahaya lagi?
Cinta Pada Pandangan Pertama
Pertemuan cinta keduanya datang secara tiba-tiba pada 18 Oktober 1878. Roosevelt, yang saat itu adalah seorang mahasiswa Harvard berusia 19 tahun, langsung terpikat oleh orang Boston yang cantik, yang dua tahun lebih muda darinya.
Ketertarikan itu membuat Roosevelt merayu Lee dengan giat bahkan sampai melakukan hal konyol supaya dia bisa terus dekat dengan Lee. Sayang, Lee dan keluarga menolak Roosevelt karena alasan belum siap menikah.
Meski begitu, Roosevelt tetap bertahan hingga akhirnya setiap usaha yang dia lakukan berbuah hasil. Ya, Roosevelt langsung berniat menikahinya meski Lee tidak mau.
“Saya akan menikahinya. Dia tidak akan memiliki saya, tetapi saya akan memilikinya!" Lee luluh dan akhirnya keduanya menikah.
Dalam buku hariannya, Roosevelt mengatakan bagaimana susahnya memenangkan hati Lee. Selama satu tahun perjuangannya, dia merasa bahwa dirinya seperti orang gila. Namun semua usaha yang dia lakukan berbuah hasil.
“Saya hampir gila selama setahun terakhir; dan setelah banyak memohon, kekasihku yang cantik itu setuju untuk menjadi istriku,” tuturnya dalam buku harian.
Pertunangan mereka secara resmi diumumkan pada 14 Februari 1880, dan mereka menikah pada 27 Oktober 1880, yang merupakan ulang tahun ke-22 Roosevelt. Sebelum menikah, Roosevelt menulis bahwa kecintaannya begitu besar dan hal itu membuatnya hampir takut.
“Kebahagiaan saya begitu besar sehingga membuat saya hampir takut,”
Terbukti, apa yang diidamkan Roosevelt memang benar. Wanita yang dia cintai begitu baik, tidak peduli dengan politik, dan lebih bahagia di Albany bersama ibu mertua dan saudara perempuan suaminya. Mereka berdua punya ketertarikan berbeda dan dipisahkan jarak. Tapi kenyataannya, pernikahan mereka tetap bahagia.
Cahaya Sirna dalam Sekejap
Kebahagiaan Rossevelt lengkap karena dia memiliki istri baik, keluarga baik, dan karier yang cemerlang. Namun siapa sangka jika apa yang dia miliki sirna begitu saja dalam hitungan jam. Pada 13 Februari 1884, Roosevelt mendapatkan telegram ketika putrinya lahir dan beberapa jam kemudian telegram lain datang memberitahukan kondisi ibunya memburuk.
Pada 14 Februari, Roosevelt menyaksikan kematian ibunya dan sorenya, istrinya meninggal akibat penyakit gagal ginjal usai melahirkan anak pertamanya. Pernikahan bahagia itu bertahan hanya dalam empat tahun sebelum maut memisahkan mereka.
Seorang saksi mengatakan ketika peristiwa itu terjadi, Roosevelt seperti orang linglung. Dia tidak tahu apa yang dilakukan dan apa yang dikatakannya.
Usai kejadian ini, Roosevelt memfokuskan diri di dunia politik namun tidak pernah berusaha mencari pengganti Lee meski dalam kenyataanya dia akan memiliki istri kedua..
“Tidak akan pernah ada Alice yang lain bagiku, aku juga tidak bisa memiliki yang lain, bahkan anakku sendiri yang menggunakan namanya,”
Roosevelt tidak mau membicarakan istri pertamanya bahkan setelah dia menikah lagi dengan Edith Carow yang merupakan teman kecilnya di tahun 1886.
**
Sumber: Biography.com
