Mengenal Platonic Relationship

Mulailah membaca dengan Bismillah, akhiri dengan Istighfar. Kisah didramatisir dari kisah nyata.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Cinta dan Rahasia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah hubungan di dalam percintaan memang banyak dan salah satu yang jarang diketahui banyak orang adalah platonic relationship. Ini memang jarang sekali terdengar namun cukup menarik buat kita ketahui untuk menambah wawasan soal percintaan.
Platonic relationship adalah hubungan di mana orang-orang berbagi ikatan yang erat tetapi tidak melakukan hubungan seksual. Konsep ini berasal dari ide-ide filsuf kuno Plato, sesuai dengan nama dari istilah ini sendiri.
Di masa lalu, Plato percaya jenis cinta ini dapat membawa orang lebih dekat dari sisi spiritual. Di era modern, platonic relationship bisa dibilang sama seperti teman dekat. Kebalikan dari hubungan platonis adalah hubungan seksual atau romantis.
Meskipun istilah ini kadang-kadang dianggap hanya berlaku untuk teman lawan jenis, itu juga bisa berlaku untuk persahabatan sesama jenis.
Ada sejumlah karakteristik yang membedakan hubungan platonis dari beberapa jenis hubungan lainnya. Selain kurangnya aspek seksual, jenis hubungan ini juga cenderung ditandai dengan sama-sama memiliki kesamaan serta kedekatan.
Kemudian mereka juga bisa berbagi apapun termasuk rahasia dan pemikirannya kepada sang sahabat. Kemudian dalam platonic relationship, dua orang yang saling bersahabat sama-sama aman dan nyaman bahkan bisa menjadi diri mereka sendiri.
Jenis hubungan ini sering kali merupakan persahabatan. Dan meskipun kurangnya hubungan seksual adalah ciri khas jenis hubungan ini, itu tidak berarti bahwa individu-individu dalam hubungan tersebut tidak tertarik satu sama lain atau tidak dapat mulai merasa tertarik satu sama lain.
Nah, jadi itulah platonic relationship di mana ini merupakan hubungan persahabatan yang tulus dan tidak melibatkan aspek seksual di dalamnya.
