Konten dari Pengguna

Mengenal Tradisi Unik Soal Pernikahan di Tana Toraja

Cinta dan Rahasia

Cinta dan Rahasia

Mulailah membaca dengan Bismillah, akhiri dengan Istighfar. Kisah didramatisir dari kisah nyata.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Cinta dan Rahasia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tana Toraja menjadi salah satu wilayah eksotis di Indonesia yang punya tradisi unik dalam menggelar pernikahan. Foto. dok: Youtube/Febry Drone
zoom-in-whitePerbesar
Tana Toraja menjadi salah satu wilayah eksotis di Indonesia yang punya tradisi unik dalam menggelar pernikahan. Foto. dok: Youtube/Febry Drone

Tana Toraja atau Toraja merupakan salah satu kawasan indah yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan. Wilayaj ini memiliki tepian bukit, lereng pegunungan, lembah, dan area persawahan. Semuanya hadir secara alami dan saling melengkapi dalam membuat indah daratan di Toraja.

Semua keindahan ini dilengkapi oleh berbagai adat istiadat di sana sehingga tak bisa dipungkiri jika Tana Toraja menjadi salah satu wilayah yang wajib dikunjungi bagi para traveler di Indonesia maupun manca negara.

Bicara soal wilayah ini, Toraja sendiri seperti dikutip dari Sulawesi-Experience.com berasal dari bahasa Bugis yaitu To Riaja yang berarti orang dataran tinggi. Memang jika dilihat, Orang Toraja benar-benar tinggal di dataran tinggi di Sulawesi Selatan.

Selain itu, hal menarik lainnya yang bisa kita ketahui dari Orang-orang Toraja adalah bahwa mereka dikenal memiliki umur yang panjang. Konon iklim yang sejuk dan gaya hidup mereka menjadi salah satu faktor yang membuat umur orang-orang di sana menjadi panjang.

Mayoritas penduduk Toraja menghabiskan hidup mereka untuk menanam beras yang kualitasnya sangat baik, memelihara kerbau yang harganya sangat mahal, dan melakukan berbagai upacara.

Pernikahan di Tana Toraja

Pernikahan megah di Tana Toraja. Foto. dok: Youtube/Toraja Unik

Selain itu, wilayah Toraja juga dikenal dengan pembagian kasta pada penduduk mereka. Pembagian kasta ini juga akan mengatur hidup mereka termasuk soal perceraian dan pernikahan.

Jika bicara soal kasta di Toraja, ada beberapa pembagian antara lain:

  • Tana Bulaan: Kasta bangsawan yang tidak pernah menikah dengan orang kelas bawah. Konon jika ingin menceraikan pasangannya, dia harus membayar 24 ekor kerbau pada pasangan yang diceraikannya.

  • Tana Bassi: Kasta di bawah Tana Bulaan. Konon jika mau bercerai, mereka harus membayar 10 ekor kerbau.

  • Tana Karurung: Kasta bagi orang-orang biasa di mana jika mau bercerai, mereka harus membayar dua ekor kerbau pada pasangannya.

  • Tana Kuakua: Kasta bawah yang biasanya bekerja untuk mengurus sawah. Saat ini orang di Tana Kuakua akan dibayar dan diberi makan cukup jika bekerja. Dahulu kala, orang Tana Kuakua tidak dibayar.

Membahas lebih lanjut soal pernikahan, ada beberapa tradisi atau adat istiadat yang wajib sekali dipenuhi di Tana Toraja ini. Dahulu kala, pernikahan diatur sedemikian rupa sehingga pernikahan baru boleh dilakukan jika seseorang berasal dari kasta yang sama.

Artinya, seseorang dari kasta yang berbeda tidak diperbolehkan untuk menikah. Salah satu keuntungannya menurut Sulawesi-Experience.com bagi kasta yang tinggi adalah bahwa kekayaan mereka akan bertambah. Namun kemudian peraturan ini sedikit berubah.

Ya, peraturan yang tadinya mengharuskan seseorang menikah dengan kasta yang sama berubah di mana kini, pernikahan asal nama cinta tanpa mempedulikan kasta dimungkinkan terjadi. Meski begitu, hal ini tetap tidak lazim terjadi.

Selain itu, hal unik lainnya adalah ketika menikah, para pengantin harus tampil dan terlihat seserius mungkin. Kemudian setelah menikah, pria selalu pergi dan tinggal di desa wanita, bersama keluarganya.

Selain itu, dalam keluarga, rumah merupakan milik perempuan. Secara tradisional, keluarga suami harus memberikan sejumlah kerbau kepada keluarga pengantin perempuan.

Setidaknya begitulah beberapa hal mengenai adat dan tradisi pernikahan di Tana Toraja. Hal ini tentu sangat luar biasa dan menggambarkan betapa hebatnya Indonesia memiliki budaya seperti yang ada di Tana Toraja.