Odette, Wanita Luar Biasa yang Menaklukan Mad King

Mulailah membaca dengan Bismillah, akhiri dengan Istighfar. Kisah didramatisir dari kisah nyata.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Cinta dan Rahasia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjalani kehidupan berdampingan dengan seorang raja bukanlah hal yang sepenuhnya menyenangkan. Seorang raja kerap mendapatkan tekanan luar biasa sehingga terkadang membuat mentalitasnya jatuh hingga terjadi hal yang tidak diinginkan.
Setidaknya, Odette de Champdivers adalah sosok yang menjadi saksi bahwa terkadang, hidup berdampingan dengan raja membutuhkan effort yang amat sangat besar!
Penasaran seperti apa kisah Odette yang hidup berdampingan dengan raja berjuluk Mad King? Berikut ulasannya.
Lahir pada tahun 1390, kerabatnya sebenarnya adalah saingan raja di era itu. Semua ini berubah ketika Odette yang berusia 17 tahun menarik perhatian Raja Charles VI dari Prancis. Charles menikahi Isabeau dari Bavaria pada tahun 1385 dan memiliki 8 anak pada saat dia bertemu Odette.
Selain itu, sang raja 22 tahun lebih tua darinya. Dia melihatnya, menyukainya dan kemudian menjadikan Odette sebagai kekasihnya.
Tidak seperti kebanyakan orang dalam daftar ini, ratu Charles, Isabueu, tidak memiliki masalah dengan Odette.
Bahkan sang ratu nampak senang ketika sang raja menyukai Odette! Sayangnya, hal ini bukanlah pertanda baik. Charles VI sering mengalami serangan psikosis. Ini membuatnya mendapatkan julukan "The Mad King."
Dia kadang-kadang menjadi kasar dan Isabeu dilaporkan menderita berbagai luka akibat perilaku sang raja.
Namun ketika dia bertemu Odette, dia tampaknya memiliki efek menenangkan sang raja ketika mengalami delusi.
Berkat kesabarannya, Odette dan sang raja berhasil memiliki anak perempuan. Menariknya, meski sang raja kerap dianggap sebagai Mad King yang berperilaku kasar, Odette tetap di sisinya sampai kematiannya pada tahun 1422.
Sayangnya, setelah itu Odette menghilang. Beberapa sarjana percaya dia meninggal dalam kemiskinan. Meski begitu, kebaikan dan semangat damainya begitu melegenda sehingga Alexandre Dumas menulis tentangnya, dan ada juga jenis mawar Prancis yang dinamai untuknya.
