Konten dari Pengguna

Realita Menjadi Simpanan Pria Berkeluarga

Cinta dan Rahasia

Cinta dan Rahasia

Mulailah membaca dengan Bismillah, akhiri dengan Istighfar. Kisah didramatisir dari kisah nyata.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Cinta dan Rahasia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dok. PIxabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Dok. PIxabay.com

Disclaimer: Cerita ini hanyalah fiksi

Siapa bilang menjadi wanita simpanan itu selamanya menyenangkan? Tidak selamanya seperti itu, terlebih jika semua terpaut perasaan. Wanita yang rela menjadi simpanan tidak melulu hanya masalah harta tetapi terkadang perasaan.

Aku mengakui awal mula aku menjadi wanita simpanan hanya karena aku merasakan hal lain yang tidak pernah kurasakan selama ini. Ia begitu lembut saat memperlakukanku, terlebih ia selalu memerhatikan hal-hal kecil tentang diriku. Usia kami yang terpaut jauh membuat aku sangat mengaguminya.

Mungkin ia seusia dengan ayahku, tetapi pembawaannya sungguh sangat menghangatkan hati. Aku tidak peduli apa pun yang dikatakan orang lain tentangku. Aku mencintai Mike, setidaknya perlahan aku merasakan banyak kupu-kupu yang memenuhi perut saat aku menantikan kedatangannya.

Tetapi tidak semua hal indah itu kurasakan, Mike selalu menempatkan aku di urutan kedua setelah keluarganya. Keluarga adalah prioritas untuknya, ia bahkan tidak selalu hadir ketika aku sedang sakit dan membutuhkannya. Kami selalu bertemu secara diam-diam, ia yang menentukan kapan dan di mana kami akan menghabiskan waktu.

Tak jarang aku harus membayar untuk kepentingan kami, Mike juga selalu mengubah rencana sesuka hati dan tidak pernah menghabiskan malam yang panjang bersamaku. Sekeras apa pun aku berusaha untuk menyenangkan fantasinya, ia akan selalu kembali ke pelukan istrinya.

Aku iri sekali dengan istri Mike, ia bisa mendapatkan penuh semua waktu dan perhatian Mike. Mike selalu memberikan parfum yang sama, "dengan begini ia tidak akan mencurigai apa pun" ucap Mike.

Pernah suatu kali aku merajuk karena menginginkan keturunan tetapi jawabannya seolah tak peduli dengan keinginanku. "Bagaimana jika aku hamil?" Tanyaku, "aku sudah memiliki dua anak, anggap saja itu juga anakmu" jawabnya.

Aku begitu mengagumi Mike lebih dari suamiku sendiri. Tetapi tidak peduli betapa bahagianya ia bersamaku, ia akan selalu kembali kepada istrinya. Saat itu aku merasa mungkin sudah waktunya pula aku kembali ke rumah, di mana seseorang benar-benar menungguku. Aku kembali ke pelukan suamiku dan memperbaiki semua kekacauan yang telah kubuat.