Ternyata Sebuah Kebaikan Bisa Menjadi Perilaku Toxic! Kok Bisa?

Mulailah membaca dengan Bismillah, akhiri dengan Istighfar. Kisah didramatisir dari kisah nyata.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Cinta dan Rahasia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanpa disadari banyak orang, terkadang sebuah kebaikan bisa menjadi perilaku beracun. Lantas mengapa hal ini bisa terjadi? Sama seperti hal negatif, sikap positif yang beracun menekankan pada gagasan bahwa tetap positif adalah satu-satunya cara untuk menjalani hidup, dan mengatasi banyak tantangan.
Dengan kata lain, gagasan ini mungkin mengabaikan emosi yang dialami dan dirasakan setiap manusia dari waktu ke waktu. Jika kalian merasa bahwa menjadi optimis sepanjang waktu adalah hal yang aneh, maka kalian tidak sendirian. Oleh karena itu, kalian tidak boleh merasa aneh atau kurang percaya diri di tengah orang-orang yang merasa dirinya positif ini.
Contoh dari perilaku ini adalah seseorang yang terus menerus menuntut pacarnya untuk melakukan hal-hal yang sesuai namun pada kenyataannya hal ini malah membuat sang kekasih merasa tidak nyaman serta tertekan pada akhirnya.
Hal yang seperti ini baik jika dilakukan sesuai porsinya meskipun memang yang disuruh atau yang diminta adalah hal bagus. Tapi dengan sesuatu yang dipaksakan meski itu hal positif, tentunya akan menjadi sesuatu yang buruk.
Jadi, seseorang yang melakukan sebuah hal demi kebaikan ini harus tahu porsi dan memahami perasaan dulu sebelum mereka melakukan tuntutan. Karena jika tidak, hal baik pada akhirnya akan menjadi sesuatu yang buruk.
