Pencarian populer

Kembali Sendiri: Move On Pasca-Putusnya Hubungan Cinta

Cinta tidak selamanya indah, walaupun setiap hubungan umumnya diawali dengan hal-hal positif dan menyenangkan yang diharapkan untuk terus bertahan. Ketika sebuah hubungan sudah tidak dapat lagi dipertahankan, hubungan tersebut harus diakhiri, dan hal ini akan menyakiti salah satu atau kedua belah pihak. Lalu, apa yang terjadi setelahnya? Sejauh mana sih, dampak putusnya hubungan memengaruhi hidup seseorang? Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait dengan dampak putusnya hubungan dan move on.

1. Berapa lama sih waktu yang dibutuhkan untuk move on?

Tidak ada batasan waktu yang jelas mengenai berapa lama waktu yang tepat atau normal untuk move on, karena setiap hubungan memiliki intensitas dan kualitas yang berbeda-beda. Baik berpacaran atau menikah, berakhirnya sebuah hubungan dapat memengaruhi aspek hidup Anda secara umum, bahkan pada kasus-kasus tertentu, dapat memberikan dampak negatif pada kondisi psikologis Anda. Setiap orang mengelola emosi dengan cara yang berbeda dan memiliki pemahaman yang berbeda juga dalam memandang kualitas hubungan yang dimiliki. Jika Anda sudah berhubungan dengan pacar atau pasangan selama beberapa tahun, mungkin Anda membutuhkan waktu beberapa bulan, hingga lebih dari setahun, sebelum akhirnya siap untuk mencoba memulai hubungan dengan orang lain. Hubungan yang lebih singkat dan kasual biasanya membutuhkan waktu yang lebih singkat pula untuk move on. Kuncinya di sini adalah untuk mengenali dan memahami perasaan kehilangan dan patah hati yang Anda rasakan, dan jujur dalam menyikapi perasaan tersebut.

Pahami bahwa Anda sedang merasa kehilangan. Perasaan kehilangan tersebut dapat muncul dalam bentuk dan ekspresi yang berbeda-beda. Contohnya, mungkin Anda menolak untuk menerima bahwa hubungan tersebut telah berakhir, merasa marah atau kecewa akibat berakhirnya hubungan tersebut, merasa hubungan tersebut masih dapat diperbaiki (dan mungkin mencoba untuk mengajak kembali berhubungan dengan mantan), merasa tidak ada orang lain yang dapat menggantikan posisi mantan (dan tidak ingin memulai hubungan baru). Emosi dan bentuk perilaku yang mungkin muncul dapat berbeda-beda pada setiap orang, oleh karena itu, waktu yang dibutuhkan untuk move on juga dapat berbeda-beda. Jangan terpengaruh atau membandingkan diri dengan proses yang dialami oleh orang lain terkait dengan waktu yang dibutuhkan untuk move on, khususnya jika Anda merasa belum siap untuk memulai kencan dengan orang baru. Terkadang, bisa saja Anda mungkin tidak menyadari jika Anda sudah move on dari mantan. Contohnya, yang awalnya pascaputus, Anda mengecek media sosial mantan setiap hari, tanpa Anda sadari, hal itu sudah tidak Anda lakukan lagi beberapa minggu terakhir. Sounds familiar?

2. Apa tanda-tandanya jika kita sudah move on dari mantan?

Emosi yang umumnya muncul pasca berakhirnya hubungan adalah sedih, kecewa, marah, merasa dikhianati (jika terkait dengan isu perselingkuhan), numb (terkadang dapat muncul perasaan biasa saja atau tidak merasa apa-apa). Apapun reaksi emosi yang Anda rasakan, sebaiknya kenali dan sadari emosi tersebut, dan jujur dalam menyikapinya. Selain itu, perilaku yang mengiringi emosi tersebut biasanya muncul dalam bentuk mengecek media sosial mantan (dan status update yang muncul), menanyakan kabar mantan ke keluarga atau teman, mengecek lingkungan kuliah, lingkungan kerja, atau tempat nongkrong mantan dan berharap “tidak sengaja” bertemu dengan mantan, atau mencoba menghubungi mantan melalui berbagai cara seperti sms, chat, dsb. Hal-hal di atas, jika masih Anda rasakan atau lakukan, umumnya berarti Anda belum move on dari hubungan Anda sebelumnya.

Selain itu, beberapa hal berikut juga menjadi tanda bahwa Anda belum move on dari putusnya hubungan terdahulu: masih terus memikirkan mantan, mengingat-ingat masa ketika masih berhubungan (dan merasa emosional ketika mengingat kejadian tersebut), mengingat mantan ketika Anda merasa sedih, menyesali kejadian di masa lalu dan keputusan untuk berpisah, berusaha membuktikan atau memperbaiki diri dan berharap bahwa mantan akan merasa menyesal telah memutuskan hubungan atau dapat menerima Anda kembali, hingga masih terus membicarakan mantan dalam percakapan Anda sehari-hari dengan orang-orang di sekitar Anda.

Jadi tanda apa yang menunjukkan bahwa Anda sudah move on? Jawabannya, ketika Anda sudah tidak lagi melakukan hal-hal yang disebutkan di atas.

3. Apakah hal-hal yang perlu dipertimbangkan jika salah satu pihak ingin kembali berhubungan?

Pikirkan kembali alasan atau penyebab putusnya hubungan Anda dengan mantan. Apakah hal tersebut sesuatu hal yang dapat diperbaiki (misalnya karena masalah komunikasi, kesalahpahaman yang dapat diselesaikan, atau hal-hal kecil lainnya), atau karena hal-hal yang lebih besar seperti perilaku buruk yang terus berulang (berbohong, melalaikan tanggung jawab, dsb.), perselingkuhan, perbedaan prinsip, permasalahan dengan keluarga, atau perbedaan pandangan terkait rencana masa depan, dsb. Jika permasalahan tersebut adalah hal yang Anda dan mantan anggap sebagai hal yang sangat mendasar atau penting, pastikan betul-betul bahwa hal tersebut dapat diatasi secara konkret, bukan hanya sebatas janji manis atau rencana tanpa ada aksi yang dilakukan. Jika pun kedua belah pihak sudah sepakat untuk mencoba kembali berhubungan, pastikan bahwa Anda dan pasangan melakukan tinjauan secara berkala terkait dengan masalah yang menyebabkan putusnya hubungan Anda dengannya.

Masalah yang sering terjadi pada pasangan yang sering putus-nyambung biasanya karena ketika mereka memutuskan untuk kembali berhubungan, mereka melupakan penyebab putusnya hubungan mereka sebelumnya, dan berada dalam fase honeymoon, sehingga masalah yang terjadi sebelumnya tidak betul-betul terselesaikan (dan kemudian menunggu untuk kembali menjadi masalah di kemudian hari). Selain itu, pastikan pula bahwa Anda atau pasangan memutuskan kembali berhubungan bukan hanya karena emosi sesaat atau rindu dengan masa-masa manisnya pacaran, tetapi atas dasar pertimbangan yang matang. Perlu diingat pula, pascaputusnya hubungan, rasa rindu dan dorongan untuk menghubungi mantan adalah hal yang sangat wajar, tetapi seringkali mendorong salah satu pihak untuk menghubungi pihak lainnya, dan memancing untuk kembali berinteraksi. Sadari kemungkinan adanya hal ini, dan jika Anda tidak ingin kembali dengan mantan, hindari dan batasi kontak dengan mantan hingga Anda betul-betul yakin bahwa Anda sudah move on.

Nah, setelah membahas tiga poin di atas, apakah Anda merasa sudah memiliki amunisi yang cukup untuk move on dan melanjutkan hidup? Semoga berhasil dan ceritakan kepada kami pengalaman Anda!

Tiara Puspita N., M.Psi., Psikolog.

Psikolog Klinis Dewasa

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Sabtu,25/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23