7 Ribu Nakes di Kabupaten Cirebon Divaksin COVID-19

Ciremaitoday.com, Cirebon - Vaksinasi tahap pertama kepada ribuan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dimulai hari ini, Senin (1/2/2021).
Proses vaksinasi COVID-19 terhadap nakes itu, rencananya dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu 3 hari.
Secara simbolis vaksinasi tahap pertama dilakukan di Puskesmas Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Selain nakes, sejumlah tokoh masyarakat dan Forkompinda ikut divaksinasi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni mengatakan total nakes yang terdaftar untuk menjalani vaksinasi sebanyak 7.203 orang. Dinkes menerima 13.400 vial vaksin Sinovac untuk tahap pertama.
"Jumlah nakes 7.203 orang. Tapi, ini ada proses skrining lagi. Berapa yang akan lanjut mendapatkan vaksinasi," kata Enny kepada awak media di Puskesmas Sumber, Senin (1/2/2021).
Lebih lanjut, Enny mengatakan nakes yang pernah terkonfirmasi positif COVID-19 atau penyintas, dan yang memiliki komorbid tak akan menjalani vaksinasi. Enny mengatakan untuk jumlah pasti nakes yang akan menjalani vaksinasi dipastikan pekan depan.
"Satu minggu ke depan per hari ini, nantinya kita akan tahu jumlah nakes yang divaksinasi. Soal anggaran memang belum keluar, nanti kita akan ajukan melalui BTT (biaya tak terduga)," kata Enny.
Sementara itu, Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan pihaknya sengajak mengajak tomas dan Forkompinda untuk ikut vaksinasi. Ia berharap masyarakat paham tentang pentingnya vaksinasi.
Menurut Imron kebijakan pemerintah mewajibkan masyarakat menjalani vaksinasi, yang sesuai dengan syarat, tujuannya untuk kemaslahatan bersama.
"Kami memberikan contoh (tomas dan Forkompinda) bahwa ini (vaksin) aman dan halal. Ini melindungi masyarakat, mencegah penyebaran COVID-19. Tahap pertama ini targetnya tiga hari, setelah itu sekitar setengah bulanan akan dikansinasi lagi," kata politikus PDI Perjuangan itu.
Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi yang mengakuti vaksinasi meminta masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah. Syahduddi mengaku tak merasakan apa-apa saat vaksinasi. Bahkan, menurut dia, vaksinasi tidak lebih nyeri ketimbang donor darah.
"Tidak terasa apa-apa. Biasa saja. Berbeda dengan donor darah rutin, masih terasa nyerinya. Tapi ini hampir tidak terasa nyerinya," kata Syahduddi.
Syahduddi mengatakan, tingkat kemanjuran vaksina Sinovac sudah teruji. Masyarakat tak perlu khawatir untuk ikut vaksinasi. Menurutnya, vaksinasi salah satu upaya untuk menormalkan kembali kesehatan dan ekonomi masyarakat.
"Tujuannya untuk menutus rantai penyebaran COVID-19. Aktivitas kegiatan normal, pulih, ekonomi bangkit. Bisa ke arah sejahtera," katanya.
