Kumparan Logo
Konten Media Partner

Ace Ajak Kader Golkar di Acara IIPG Terlibat Tangani Problematika Anak di Jabar

ciremaitodayverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Tubagus Ace Hasan Syadzily, mengajak kader Golkar di Jawa Barat untuk ikut terlibat dalam penanganan problematika anak. Foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Tubagus Ace Hasan Syadzily, mengajak kader Golkar di Jawa Barat untuk ikut terlibat dalam penanganan problematika anak. Foto : Istimewa

Ciremaitoday.com, Bandung-Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Tubagus Ace Hasan Syadzily, mengajak kader Golkar di Jawa Barat untuk ikut terlibat dalam penanganan problematika anak. Hal ini, dilakukan mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sosial dan lingkungan pendidikan yang dimiliki.

Ajakan Ace kepada kader Golkar tersebut disematkan pada kegiatan Seminar tentang Mental Health untuk Anak dan Remaja dalam rangka Menyambut Hari Anak Nasional 2023 yang diselenggarakan Ikatan Istri Pengurus Golkar (IIPG) Provinsi Jawa Barat di Aula Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat di Jl. Maskumambang Kota Bandung, Minggu (23/7/2023).

“Tentu kita berharap dari kegiatan ini akan menghasilkan hal-hal yang positif. Terutama bagi peningkatan kualitas anak-anak kita. Dan tentu bagi Partai Golkar sendiri sehingga bisa berkontribusi bagi kemenangan Partai Golkar pada tahun 2024,” ujar Ace.

Di hadapan Ketua Harian DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Daniel Mutaqien dan Ketua IIPG Provinsi Jawa Barat, Hj. Rita Fitria Ace Hasan Syadzily, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu menjelaskan bahwa memperhatikan tumbuh kembangnya kehidupan mental anak merupakan hal yang penting dalam rangka mempersiapkan generasi mendatang yang lebih kuat.

Ace juga menyebut, peringatan Hari Anak Nasional mengingatkan semua pihak terkait berbagai macam problematika anak. Komisi VIII DPR RI menjadi mitra Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang juga konsen terkait pembahasan soal perlindungan anak.

Tentu perlindungan anak ini, lanjutnya, bukan hanya tugas pemerintah tapi juga tugas semua pihak untuk bisa memastikan ekosistem dari perlindungan anak agar betul-betul bisa terjaga dengan baik.

“Ada berbagai macam komponen yang perlu diperhatikan terkait masalah anak ini. Tentu yang paling utama basisnya adalah rumah atau keluarga. Selanjutnya yang kedua, lembaga pendidikan. Ketiga, lingkungan sosial yang membentuk dari tumbuh kembang anak secara kondusif bagi pertumbuhan anak tersebut,” terangnya.

Ia mencatat beberapa problematika anak di provinsi Jawa Barat di antaranya soal tingginya angka pernikahan dini, dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.Hal itu terlihat dari permintaan izin nikah usia anak yang cukup tinggi di Jawa Barat saat ini.

Menurutnya, realitas ini harus menjadi perhatian bersama karena akan mempengaruhi tumbuh kembang dan mental anak di lingkungan kita terutama di Jawa Barat. Karena itu, kata dia, di dalam undang-undang Perlindungan Anak yang awalnya usia anak-anak itu di bawah 17 tahun, sekarang usia anak-anak itu di bawah 18 tahun.

Pernikahan Dini

Terkait soal pernikahan dini ini atau pernikahan anak itu, pasti akan mempengaruhi terhadap berbagai hal. Sehingga akan menjadi semacam lingkaran setan bagi kehidupan keluarga yang nanti akan dijalani.

“Riset banyak menyebutkan bahwa pernikahan anak karena belum siap secara mental untuk berumah tangga tingkat perceraian menjadi tinggi. Anak yang dilahirkannya juga akhirnya single parent," katanya.

"Lalu mempengaruhi terhadap kehidupan ekonomi mereka. Lalu kemudian mempengaruhi terhadap pendidikan. Bukan saja pendidikan anak-anaknya tetapi juga pendidikan terhadap si ibunya sendiri,” tukas Ace melanjutkan..

Anggota DPR RI asal Dapil Kabupaten Bandung dan Bandung Barat itu juga memaparkan terkait masih maraknya perundungan atau bullying yang kerap terjadi di sekolah, di kampus dan di lingkungan sosial lainnya. Hal tersebut menurutnya harus menjadi catatan penting tersendiri bagi semua pihak.

Ketua IIPG Jawa Barat, Hj. Rita Fitria Ace Hasan Syadzily saat memberikan sambutan. Foto : Istimewa

Ketua IIPG Jawa Barat, Hj. Rita Fitria Ace Hasan Syadzily, menambahkan kegiatan peringatan Hari Anak Nasional dengan ragam kegiatan yang dilakukan organisasinya merupakan salah satu bentuk kepedulian IIPG dalam melindungi anak-anak Indonesia.

“Termasuk untuk memberikan edukasi kepada anak-anak remaja tentang isu-isu kesehatan mental, bagaimana anak-anak remaja bisa memahami, merasakan dan mengatasi berbagai masalah kesehatan mental, sehingga mereka bisa mempunyai kualitas hidup yang lebih baik, bisa menjalin relasi yang baik, lebih produktif dan memberikan kontribusi di mana pun mereka berada,” papar Rita dalam sambutannya.

Sementara Atalia Praratya Ridwan Kamil, pada kesempatan itu memfokuskan pada pembahasan masalah kesehatan mental remaja dan sosialisasi program Provinsi Jabar terkait bantuan-bantuan dan layanan kesehatan mental di Jawa Barat.

Pembicara lain, Fainna Safitri, menyampaikan terkait pentingnya memiliki kecerdasan emosi serta memberikan tips langkah-langkah mengembangkan kecerdasan emosi bagi anak. Hal yang sama disampaikan Arie Rachma Triyadi tentang pentingnya kecerdasan emosi dalam setiap pengambilan keputusan. (*)