Airlangga Hartarto: Dunia Tengah Hadapi Badai, Bumi Sedang Tidak Baik-baik Saja

ciremaitoday.com, Bandung, - Ketua Dewan Pembina Golkar Institute yang juga menjabat selaku Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut dunia sedang menghadapi Perfect Storm atau badai yang dahsyat belakangan ini. Hal yang dimaksud terdiri dari pandemi, perubahan iklim, konflik, hingga biaya hidup yang meningkat.
"Dunia kini tengah menghadapi tantangan apa yang disebut dengan The Perfect Storm, badai yang dahsyat, yang ditandai dengan 5C yaitu COVID-19, conflict, climate change, commodity price, dan cost of living," kata dia melalui keterangan yang diterima pada Senin (22/8).
Untuk dapat mengatasi persoalan itu dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, lanjut Airlangga, masyarakat harus bersatu dan bekerja keras dengan berorientasi pada hasil. Dia kemudian menyinggung mengenai visi dan misi yang diusung oleh rekan koalisi Partai Golkar yakni PAN dan PPP yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
"Visi dan misi ini menjabarkan strategi kita menghadapi kelima tantangan 5C di atas, memanfaatkan masa bonus demografi Indonesia yang hanya berlangsung selama 10 tahun yaitu tahun 2025 sampai 2035. Caranya, dengan melakukan transformasi ekonomi melalui program akselerasi transformasi ekonomi nasional," papar dia.
Airlangga pun menyebut, bahwa perubahan iklim bakal menjadi topik hangat di masa mendatang. Dia menilai bumi sedang dalam kondisi yang tidak baik. Aktivitas manusia yang belakangan ini menghasilkan emisi karbon telah membuat suhu rata-rata bumi menjadi lebih panas dibandingkan awal tahun 1900-an. Hal itu mengakibatkan munculnya persoalan seperti matinya flora dan fauna hingga naiknya permukaan air laut.
Di sisi lain, Indonesia telah menandatangani perjanjian dunia lewat konvensi PBB tentang perubahan iklim dan Paris Agreement pada tahun 2015 untuk menjaga agar kenaikan suhu bumi di abad ini tidak mencapai 2 derajat atau jika bisa tidak lebih dari 1,5 derajat.
"Bumi kita ini sebenarnya tidak sedang baik-baik saja. Perubahan iklim terutama diakibatkan oleh aktivitas manusia yang menghasilkan emisi karbon dengan membakar energi fosil seperti minyak bumi dan batu bara telah mengakibatkan suhu rata-rata bumi saat ini lebih panas 1,1 derajat daripada awal tahun 1900-an," ungkap dia.
Melalui keterangannya pula, Ketua DPD Partai Golkar Jabar Ace Hasan Syadzily mengatakan, Golkar sedang menyiapkan para pemuda untuk menghadapi tantangan ke depan melalui program Executive Education Program For Young Political Leaders yang diadakan di Jakarta. Nantinya, para peserta akan mempelajari geopolitik dunia hingga kepemimpinan.
"Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pemimpin politik muda Indonesia dalam hal kepemimpinan, pemahaman politik dan ekonomi," ujar dia.
Adapun kegiatan Executive Education Program for Young Political Leaders Batch 8 tersebut diikuti oleh 39 Peserta dengan beragam latar belakang termasuk memenuhi unsur keterwakilan gender dan daerah asal. Nantinya, akan diberikan pula beasiswa kepada peserta potensial yang membutuhkan.
"Perlu dicatat juga, tidak semua peserta adalah kader Partai Golkar. Tujuh orang berpengalaman mengikuti kontestasi politik dan dua peserta sudah terpilih," kata dia. ***
