Kumparan Logo
Konten Media Partner

Arkeolog Temukan Struktur Bangunan di Situs Sambimaya Indramayu

ciremaitodayverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas dari Balai Arkeolog Jabar melakukan penggalian di lokasi penemuan benda purbakala di Desa Sambimaya, Kabupaten Cirebon. (Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas dari Balai Arkeolog Jabar melakukan penggalian di lokasi penemuan benda purbakala di Desa Sambimaya, Kabupaten Cirebon. (Istimewa)

Ciremaitoday.com, Indramayu - Tim arkeolog dan balai cagar budaya tengah melaksanakan ekskavasi atau penggalian di lokasi ditemukannya benda purbakala di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tim tersebut menemukan struktur bangunan berupa bata bersusun di kedalaman 1 meter.

Ekskavasi dilakukan Balai Arkeologi (Balar) Jabar, Balai Pelestarian Cagar. Udaya Banten (BPCB) Banten, dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu.

Tim gabungan tersebut akan menelusuri temuan bata susun yang berada di persawahan Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Ekskavasi yang dilakukan di Situs Sambimaya ini merupakan lanjutan dari penemuan bata merah 'bertelapak kaki anjing' pada akhir 2020 lalu.

Ketua Tim Penelitian Arkeologi Situs Sambimaya Nanang Saptono mengatakan, akan terus menelusuri dan meneliti dengan melakukan ekskavasi di lokasi temuan struktur bangunan. Nanang mengatakan tim telah membuka kotak ekskavasi baru.

"Akan kami telusuri terus struktur temuan ini. Kita temukan pecahan gerabah lokal. Dan, bata yang banyak berserakan di lokasi temuan struktur," kata Nanang dalam keterangan yang diterima, Minggu (31/5/2021).

Sementara arkeolog BPCB Banten, Soni Prasetiya Wibawa menduga temuan struktur bata di salah satu lokasi ekskavasi itu merupakan bangunan tunggal, berdiri sendiri dan tidak terikat dengan temuan sebelumnya yaitu bata merah 'bertelapak kaki anjing' pada 2020.

"Untuk memastikannya kita buka kotak (lokasi) ekskavasi baru. Dengan adanya temuan ini semoga menjawab dugaan-dugaan yang berkembang di masyarakat, apakah ini bangunan candi atau bangunan lain," kata Soni.

Ketua TACB Kabupaten Indramayu Dedy S Musashi mengatakan, penemuan Situs Sambimaya ini bisa mengungkap peradaban Indramayu pada masa Hindu dan Buddha. Ia berharap pemerintah daerah ikut aktif membantu ekskavasi. Sebab, Dedy tak menampik ekskavasi membutuhkan anggaran untuk mempercepat prosesnya.

"Ini hari kelima. Sudah ada 5 kotak (lokasi) eksvakasi (galian). Kita libatkan juga tenaga lokal untuk membantu proses ekskavasi. Rencananya dilakukan hingga 9 Juni," kata Dedy.