Bupati Cirebon Sebut Dinas Kecolongan soal Gapura Taman Pataraksa Ambruk

Konten Media Partner
4 Januari 2024 15:27 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Para pekerja saat sedang mengangkut puing-puing bekas reruntuhan gapura Taman Pataraksa, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon yang ambruk, Kamis (4/1). Foto: Tarjoni/Ciremaitoday
zoom-in-whitePerbesar
Para pekerja saat sedang mengangkut puing-puing bekas reruntuhan gapura Taman Pataraksa, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon yang ambruk, Kamis (4/1). Foto: Tarjoni/Ciremaitoday
ADVERTISEMENT
Ciremaitoday.com, Cirebon-Bupati Cirebon, Imron, menanggapi serius terkait ambruknya bangunan gapura setinggi 8 meter lebih di Taman Pataraksa Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jabar, pada Selasa (2/1) malam. Atas kejadian tersebut ia menilai pihak dinas kecolongan.
ADVERTISEMENT
"Nah itu makanya dinas yang terkait, dari segi pengawasan sampai sejauh mana sampai kecolongan gini, kan gitu. Setelah ada kejadian (baru ketahuan)" ujar Imron, kepada wartawan saat meninjau gapura ambruk, Rabu (3/1).
Imron pun menegaskan, agar dinas tidak lagi memakai rekanan atau penyedia jasa konstruksi yang melaksanakan pembangunan Taman Pataraksa tahap 2.
"Kalau begini kan jangan dipakai lagi.Sebenarnya kan, proyek ini ada tahapan. Terus ada pengawasannya. Ada evaluasinya kan gitu," ucapnya.
Di hadapan puluhan wartawan, Imron juga mengungkapkan kekecewaannya melihat hasil pembangunan taman tersebut.
"Ya saya sangat kecewa sekali. Kok ini bangunannya tidak memenuhi kriteria," katanya.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, bersama pihak rekanan dan konsultan pengawas sepakat untuk membongkar total Gapura Taman Pataraksa yang ambruk berikut juga yang masih berdiri. Sehingga kedua gapura tersebut akan kembali di bangun ulang.
ADVERTISEMENT
Sebab menurutnya, sekarang sampai April 2024 masih dalam masa pemeliharaan, sehingga masih menjadi tanggung jawab rekanan.
"Tadi sudah ngobrol dengan pelaksana, pada prinsipnya dengan kejadian ini, karena ini masih dalam masa pemeliharaan saya minta di bongkar total," ujar Kadis LH, Iwan Ridwan Hardiawan, Rabu (3/1).
Kemudian, terkait dugaan pengerjaan konstruksi asal-asalan, Iwan mengaku akan meminta penjelasan pihak konsultan karena untuk sementara pihaknya mendapat informasi ada pergeseran bangunan.(*)