Diduga Menyekap dan Menganiaya, 4 Anggota Bareskrim Dipolisikan

Ciremaitoday.com, Cirebon - Empat anggota Bareskrim Polri dan seorang warga dilaporkan atas dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap empat orang di kamar salah satu hotel di Kota Cirebon.
Keempatnya mendapat perlakuan kekerasan dari empat orang Anggota Bareskrim Polri, yakni Ipda N, Aipda M, Aipda H, Bripka S, dan B warga sipil yang mengaku anggota Bareskrim. Diketahui, pelaku menganiaya korban untuk meminta informasi nasabah-nasabah yang tersangkut masalah kredit mobil.
Kuasa hukum korban, Martono Maulana, mengatakan peristiwa itu berawal saat kedua korban, yakni Surono dan Slamet, warga Kaliwedi Kabupaten Cirebon dijemput oleh salah seorang pelaku yakni B dengan alasan hendak bertemu rekan lainnya di salah satu hotel.
"Ketika sampai di hotel, di dalam kamar sudah ada dua korban lainnya yakni Selamat dan Anbia dan empat pelaku. Di situ korban diperas, dianiaya, disekap dan tidak boleh menghubungi siapa pun oleh empat orang anggota Bareskrim dan warga sipil B yang mengaku anggota polisi," katanya, Kamis (19/12/2019).
Ia melanjutkan, korban diamankan anggota polisi tanpa surat laporan kepolisian. Untuk itu, dia menuntut perkara ini diusut hingga tuntas dan pelaku dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Klien kami diamankan Anggota Bareskrim Mabes Polri tanpa disertai surat laporan kepolisian. Oleh karena itu, kami membuat laporan ke Polres Cirebon Kota," ujarnya.
Kemarin (Rabu, 18/12/2019) malam, peristiwa ini dilaporkan ke Polres Cirebon Kota dengan Nomor B/ 750/ XII/ 2019 / JBR / RES CIREBON KOTA atas perkara tindak pidana pengeroyokan atau penganiayaan atau penyekapan. "Kasusnya sudah dilaporkan kemarin," imbuhnya.
Martono menambahkan, akibat dari penganiayaan tersebut korban mengalami luka memar di bagian dagu dan harus menjalani perawatan di RSUD Gunung Jati Cirebon. "Korban masih dalam penanganan media dan kasusnya kita serahkan ke kepolisian," pungkasnya.
Ketika dikonfirmasi, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy, belum mengetahui laporan tersebut, namun ia akan segera melakukan pengecekan. "Saya belum tahu, nanti saya cek ya," katanya.
