Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kecamatan Gempol Cirebon Terapkan PSBM Setelah 136 Santri Positif COVID-19

ciremaitodayverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi. (Kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. (Kumparan)

Ciremaitoday.com, Cirebon - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, Jawa Barat, memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kecamatan Gempol setelah adanya kasus 136 santri salah satu pondok pesantren positif COVID-19.

PSBM diterapkan untuk meminimalisir risiko penyebaran COVID-19, terutama di wilayah sekitar pondok pesantren.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat munculnya klaster baru di salah satu pesantren di Kecamatan Gempol. Diberitakan Ciremaitoday sebelumnya, tercatat seratusan santri salah satu pesantren terkonfirmasi positif COVID-19.

Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 Kecamatan Gempol terkait penanganan klaster pesantren tersebut.

Saat ini ratusan santri yang terkonfirmasi positif COVID-19 masih menjalani Isolasi mandiri di pesantren.

"Kita manfaatkan ruangan di pesantren untuk isolasi, kan ruangannya banyak. Mayoritas tak bergejala. Di wilayah itu juga kita sudah berlakukan PSBM," kata Enny, Rabu (30/12/2020).

"Untuk santri yang negatif dipulangkan. Jadi yang di pesantren itu hanya yang positif," kata Enny menambahkan.

Sebelumnya sebanyak 272 santri di pesantren tersebut telah menjalani tes swab atau tes usap. Hasilnya, 136 santri terkonfirmasi positif COVID-19. Sebanyak 86 santri di antaranya merupakan warga Kabupaten Cirebon.

Enny menceritakan awal mula munculnya klaster pesantren. Kasus di ponpes Kecamatan Gempol itu bermula dari dua orang santri yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Kemudian, lanjut dia, Satgas Penanganan COVID-19 langsung melacak sejumlah santri yang sempat kontak erat dengan dua pasien.

"Dari dua santri itu kita tracing, ada 46 santri yang ikut swab. Hasilnya 26 santri positif. Kemudian, kita tracing lagi sebanyak 250 santri yang swab. Hasilnya 106 santri positif. Hari ini ada 272 santri yang swab," tuntasnya.