Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kisah Desa Kawungsari Kuningan, Bedol Desa dan Bakal Ditinggal Penghuninya

ciremaitodayverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, masih terlihat beraktivitas, akhir pekan ini. Dalam waktu dekat, 1.156 jiwa warga Desa Kawungsari akan direlokasi, setelah bendungan Kuningan dioperasikan pada bulan Juni 2021 mendatang. (Andri)
zoom-in-whitePerbesar
Warga di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, masih terlihat beraktivitas, akhir pekan ini. Dalam waktu dekat, 1.156 jiwa warga Desa Kawungsari akan direlokasi, setelah bendungan Kuningan dioperasikan pada bulan Juni 2021 mendatang. (Andri)

Ciremaitoday.com, Kuningan - Adanya proyek strategis nasional Bendungan Kuningan berimbas terhadap lokasi permukiman warga yang terpaksa harus ditenggelamkan. Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum menjadi satu desa yang paling besar terdampak pembangunan bendungan, sehingga semua warganya harus melakukan bedol desa.

Setidaknya ada sebanyak 1.156 jiwa di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, harus direlokasi. Seluruh warga desa akan menempati rumah baru yang menjadi tempat relokasi terdampak Bendungan Kuningan.

Kepala Desa Kawungsari, Kusto, Minggu (20/2/2021), menceritakan, sejak awal adanya rencana pembangunan Bendungan Kuningan, Desa Kawungsari dikategorikan menjadi lokasi paling terdampak. Sebab semua warga desa harus rela meninggalkan permukiman.

“Dari awal memang khusus Kawungsari ini bedol desa, sejak awal sudah mulai dibangun tempat relokasi di Desa Sukarapih untuk warga Kawungsari. Hanya yang belum selesai itu pembebasan tanah dan bangunan sekitar 3 persen lagi,” bebernya.

Dia menyebutkan, jumlah rumah yang dipersiapkan untuk warga Kawungsari sebanyak 361 unit. Namun sekarang yang sudah selesai dibangun baru 25 unit, sedangkan sisanya masih terus dilakukan pembangunan.

“Disana sudah dibangun sekolah, masjid, kantor desa, poskesdes maupun sarana dan prasarana lain. Tinggal menunggu waktunya saja kaitan dengan pelunasan ganti rugi, setelah itu pindah ke tempat relokasi,” ucapnya.

Seluruh bangunan baik pemukiman warga, sekolah, kantor desa dan sarana lain di Desa Kawungsari akan ditenggelamkan setelah bendungan Kuningan beroperasi. (Andri Yanto)

Bedol Desa di Kuningan

Menurutnya, tempat relokasi yang akan ditempati warga Desa Kawungsari hanya bersifat hak guna pakai. Jadi tidak seutuhnya hak permanen warga, namun kedepan pihak pemerintah daerah akan berusaha untuk menghibahkan bangunan tersebut.

“Kita di Desa Kawungsari ada dua dusun yakni Dusun Wage dan Dusun Puhun dengan 362 Kepala Keluarga (KK) dari 1.156 jiwa. Sedangkan jumlah Rukun Tetangga (RT) hanya ada 8 RT, namun nanti di tempat relokasi mungkin bertambah menjadi 10 RT,” katanya.

Terkait Tempat Pemakaman Umum (TPU) warga Desa Kawungsari, Ia mengakui, pemakaman tersebut tidak menjadi bagian dari lokasi yang digenangi air dari Bendungan Kuningan. Sebab letak posisi TPU Desa Kawungsari itu berada lebih tinggi dari titik genangan air bendungan.

“Kalau TPU tidak ada yang dipindah. Kecuali kalau ada keluarga yang merasa ingin lebih dekat makam keluarganya dari tempat relokasi, ya itu hak masing-masing warga untuk memindahkan sendiri,” tutupnya. ***