Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kisah Ian Kapal, Penyandang Tuna Daksa Pembuat Kaki Palsu di Tangerang

ciremaitodayverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tampak salah seorang warga tengah memasang kaki palsu hasil karya Dian Okiadi yang juga penyandang tuna daksa di Tangerang, Banten. (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Tampak salah seorang warga tengah memasang kaki palsu hasil karya Dian Okiadi yang juga penyandang tuna daksa di Tangerang, Banten. (Foto: Istimewa)

Ciremaitoday.com, Tangerang – Meski memiliki keterbatasan fisik sebagai penyandang tuna daksa, seorang warga di Tangerang, Banten, memiliki niat mulia membuat tangan dan kaki palsu untuk membantu sesama disabilitas. Warga tersebut bernama Dian Okiadi (39) atau akrab disapa Ian Kapal.

Berawal dari niat tulus tersebut, kini Ian Kapal mantap menekuni usaha jasa pembuatan tangan dan kaki palsu. Dulu, saat masa remaja Ian Kapal sempat mengalami kecelakaan yang membuat kehilangan setengah kaki kirinya.

Mungkin semasa itu adalah saat-saat yang pahit baginya, sebab kehilangan kaki dan membuat aktivitas tak seleluasa seperti sebelumnya. Sehingga memakai kaki palsu menjadi pilihan yang baik untuk memaksimalkan aktivitas keseharian.

Ketika terjun menjadi pengrajin kaki palsu, berawal di 2007 saat kaki palsu miliknya rusak dan berniat merestorasi. Kemudian Ian Kapal pergi ke salah satu workshop pembuat kaki palsu di Kota Solo.

Tampak salah seorang warga tengah memasang kaki palsu hasil karya Dian Okiadi yang juga penyandang tuna daksa di Tangerang, Banten. (Foto: Istimewa)

Sembari memperbaiki kaki palsunya, Ian memberanikan diri untuk belajar dan bekerja di workshop tersebut. Selama tiga tahun, Ian habiskan untuk belajar membuat kaki dan tangan palsu hingga akhirnya memutuskan kembali ke kampung halaman.

“Balik dari belajar membuat kaki palsu, saya malah memutuskan berdagang. Sampai suatu saat ada orang yang dananya pas-pasan minta dibikinkan kaki palsu. Nah, dari situ saya bikinkan, dan jasa pembuatan kaki palsu saya justru makin dikenal warga. Ya kekuatan informasi dari mulut ke mulut ternyata membukakan rezeki saya yang bertahan sampai saat ini,” kata Ian di sela penyerahan kaki palsu donasi peserta Virtual Race Tour De Humanity 2021, RUN RIDE SIA di Cibodas, Kota Tangerang.

Dirinya juga memanfaatkan media internet sebagai ruang promosi bagi setiap karya yang dihasilkan. Sebab di tahun 2010, Ian memasarkan jasa pembuatan kaki palsu murahnya di lapak online.

Kemudian mulai membuat blog pemasaran kaki palsu murah. Orderan pun meningkat, bahkan sampai ke mancanegara seperti Malaysia, Jepang bahkan Australia.

embed from external kumparan

Hanya saja, Ian memiliki keterbatasan dengan peralatan yang dimiliki. Dana usaha yang minim, membuatnya hanya berbelanja alat pendukung kerja yang murah dan tentunya kualitasnya kurang bagus.

“Dari internet, pasar jasa pembuatan kaki palsu saya meluas itu. Termasuk juga ada yang bertanya soal kaki palsu gratis. Dari situ saya mulai bikin proposal, Alhamdulillahnya dari Dompet Dhuafa merespon. Jadilah kenal dan bekerjasama untuk memberikan kaki palsu gratis bersama para donatur Dompet Dhuafa,” cerita Ian.

Dompet Dhuafa memberikan bantuan peralatan usaha persembahan donatur peserta Virtual Race Tour De Humanity 2021, RUN RIDE SIA. (Foto: Istimewa)

Melihat semangat luar biasa dan jiwa kerelawanan tinggi seorang Ian Kapal, Dompet Dhuafa memberikan bantuan peralatan usaha persembahan donatur peserta Virtual Race Tour De Humanity 2021, RUN RIDE SIA. Seperangkat bor listrik, gerinda dan blower pemanas, kini sudah menemani kerja sehari-hari Ian Kapal dalam membuat kaki palsu. Kini pengerjaannya semakin cepat berkat dukungan peralatan memadai dan berkualitas.

“Terima kasih para donatur virtual race atas bantuan perlatan usaha. Alhamdulillah sangat bermanfaat mendukung usaha saya,” pungkas Ian dengan bahagia.(*)