KP3C Warning Bupati Majalengka Gara-gara Abaikan Wacana Provinsi Cirebon Raya

Konten Media Partner
29 September 2021 17:12
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
KP3C Warning Bupati Majalengka Gara-gara Abaikan Wacana Provinsi Cirebon Raya (182882)
zoom-in-whitePerbesar
Ketua KP3C Kabupaten Majalengka, Arif Sutandi. FOTO: Erick Disy/CIREMAITODAY
ADVERTISEMENT
Ciremaitoday.com, Majalengka - Arif Sutandi, Ketua Komite Percepatan Pembetukan Provinsi Cirebon Raya (KP3C) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menegaskan, pihaknya tak terpengaruh oleh pernyataan dan sikap abai Bupati Majalengka Karna Sobahi soal wacana pembentukan Provinsi Cirebon Raya.
ADVERTISEMENT
Apalagi, Arif mengklaim, pihaknya telah mendapatkan dukungan dari DPR RI dan DPD RI terkait pembentukan Provinsi Cirebon Raya. Bahkan saat ini pengajuannya itu sudah masuk ke dalam list DPD RI.
"Bagi kami, apapun yang dikatakan Bupati Majalengka kami tidak peduli karena proses yang kami lakukan sudah on the track. Jadi kami enjoy-enjoy aja apa yang dikatakan Bupati," ujar Arif saat dikonfirmasi Ciremaitoday, Rabu (29/9/2021).
Meski begitu, jika Bupati Majalengka menolak wacana tersebut, Arif berharap Bupati juga jangan asal menolak, namun harus berdasarkan kajian yang jelas.
Bahkan, dia secara tidak langsung mengancam tidak akan memilih Karna Sobahi jika kembali maju dalam Pemilihan Bupati Majalengka tahun 2024 mendatang.
"Dan perlu diingatkan juga, Bupati Majalengka itu habisnya tahun 2023, belum tentu nanti Bupati sekarang terpilih lagi. Jika beda Bupati pasti beda kebijakan juga kan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Kalau semisal tahun 2023 belum terealisasikan, nah perlu diingat juga kami itu punya massa, dan itu bisa jadi daya jual kami nanti untuk mencari pemimpin-pemimpin kepala daerah yang sekiranya mendukung Provinsi Cirebon Raya ini," ungkapnya.
Adapun, kata Arif, luas wilayah, jumlah penduduk dan sumber daya alam di Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) menjadi alasan layaknya wilayah tersebut pisah dari Provinsi Jawa Barat.
"Untuk indikator segi ekonominya sekarang Ciayumajakuning punya Pertamina di Balongan, Bandara di Majalengka, Pelabuhan Cirebon, terus juga kita dekat dengan Patimban pelabuhan laut yang baru" jelasnya.
"Selain itu jumlah penduduk kita sudah mencukupi, terus jumlah wilayah semisal Indramayu Barat dan Kota Kertajati jadi, artinya kita sudah mendapat 7 wilayah yang menjadi persyaratan sesuai dengan UU 23 2014 tentang pemerintahan daerah," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Diberitakan Ciremaitoday sebelumnya, Bupati Majalengka, Karna Sobahi menegaskan, dia tak tertarik dan belum memikirkan wacana pembentukan Provinsi Cirebon Raya.
Karna mengaku, sikapnya itu karena saat ini situasinya sedang pandemi COVID-19. Di mana pemerintah daerah harus fokus pada penanganan dan pemulihan kondisi masyarakat. (Erick Disy)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020