Kumparan Logo
Konten Media Partner

Lanal Cirebon dan Denjaka Latihan Pembebasan Objek Vital dari Sabotase Teroris

ciremaitodayverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim gabungan saat berhasil menangkap kelompok teroris yang menyabotase dan menyandera seorang prajurit yang sedang bertugas menjaga gedung Satkom Lanal Cirebon dalam simulasi latihan. Foto : Tarjoni/Ciremaitoday
zoom-in-whitePerbesar
Tim gabungan saat berhasil menangkap kelompok teroris yang menyabotase dan menyandera seorang prajurit yang sedang bertugas menjaga gedung Satkom Lanal Cirebon dalam simulasi latihan. Foto : Tarjoni/Ciremaitoday

Ciremaitoday.com, Cirebon-Pangkalan TNI AL Cirebon atau Lanal Cirebon berkolaborasi dengan pasukan khusus Detasemen Jalamangkara (Denjaka) menggelar simulasi latihan pembebasan objek vital yang di sabotase oleh sekelompok teroris, Selasa (27/6). Objek vital tersebut adalah gedung satuan komunikasi (Satkom) Lanal Cirebon yang bertempat di Komplek TNI AL, Kesambi, Kota Cirebon.

Latihan yang disebut Fleet One Quick Respond (F1QR) in melibatkan sebanyak 64 orang aparat yang terdiri dari 50 aparat Lanal Cirebon dan 14 prajurit penerjun payung dari Denjaka.

Pantauan dilokasi, jalannya latihan itu dimulai dari tim Lanal Cirebon bersenjata lengkap mengepung gedung Satkom yang sudah dikuasai oleh kelompok teroris tersebut. Kemudian, sebelum melakukan tindakan tim Lanal Cirebon lebih dulu berkoordinasi dengan tim Denjaka.

Tim Denjaka yang mendapat informasi langsung berangkat dari Bandara Cakrabuwana Cirebon menggunakan Helikopter, lalu diterjunkan menggunakan parasut untuk mencapai titik lokasi yang tak jauh dari gedung Satkom.

Setelah berhasil mendarat dengan selamat, tim Denjaka pun langsung menuju lokasi dan bergabung dengan tim Lanal Cirebon. Tim gabungan itu, akhirnya membagi tugas dan langsung merangsek masuk ke gedung dengan mendobrak pintu utama dan tim lainnya menyusup lewat jendela, serta lainnya berjaga diluar gedung.

Pasukan khusus Denjaka saat tiba menggunakan parasut di lapangan sepakbola yang berada di samping lokasi gedung Satkom Lanal Cirebon yang tengah di sabotase oleh teroris dalam simulasi latihan. Foto : Tarjoni/Ciremaitoday

Sempat terjadi baku tembak antara tim gabungan dengan para teroris tersebut. Namun, tak berlangsung lama, dengan cepat tim gabungan akhirnya berhasil menangkap teroris dan menyelamatkan satu prajurit jaga yang disandera oleh kelompok teroris.

Danlanal Cirebon, Letkol Laut (P) Ridwansyah menerangkan, F1QR tersebut merupakan satuan fungsional bentukan dari armada satu, berpusat di Tanjungpinang Kepulauan Riau. Setiap Pangkalan TNI AL membentuk pasukan khusus antiteror dalam rangka untuk mempersiapkan diri apabila terjadi situasi yang bersifat darurat.

"Kegiatan ini didukung (oleh) pasukan dari Jakarta, yakni pasukan Detasemen Jalamangkara (Denjaka) atau pasukan khusus Denjaka TNI AL," ujar Ridwansyah kepada wartawan usai pelaksanaan simulasi.

video youtube embed

Menurutnya, Lanal Cirebon memiliki tugas pokok untuk menjaga pertahanan keamanan di perairan, termasuk juga berbagai objek vital nasional yang berada di Pantai Utara Wilayah Cirebon.

Wilayah operasionalnya, lanjut dia, mencakup wilayah Pantai Utara Karawang, Subang, Indramayu, Kuningan, Majalengka hingga Cirebon yang memiliki garis pantai cukup panjang.

Latihan tersebut juga, kata dia, merupakan perpanjangan tangan dari latihan Koopsus TNI yang beberapa Minggu lalu di lakukan di Pelabuhan Cirebon.

"Jadi latihan konsisten dilaksanakan dalam skup yang lebih besar dilaksanakan oleh Mabes TNI dengan panglima TNI sebagai pengguna kekuatan," katanya.

"Namun yang lebih kecil kita laksanakan per wilayah. Nah untuk itu Tim F1QR ini kita siapkan. Dan kebetulan di saat momen yang pas juga ada keberadaan dari personel Denjaka yang berada di wilayah Cirebon juga, dan kita kolaborasikan latihan ini," pungkasnya. (*)