Literasi Digital Jadi Salah Satu Kunci Pencegahan Narkoba

Konten Media Partner
14 September 2022 17:22
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Literasi Digital Jadi Salah Satu Kunci Pencegahan Narkoba (11802)
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
Ciremaitoday.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bekerja sama dengan Komisi I DPR RI menyelenggarakan Webinar Forum Diskusi Publik dengan tema 'Membentuk Generasi Cerdas Tanpa Narkoba'.
ADVERTISEMENT
Diskusi daring yang dimotori Moderator Syamsul Arifin itu, cukup menarik dengan pembahasan mengenai Narkoba dengan tema 'Membentuk Generasi Cerdas Tanpa Narkoba' di tengah era digital saat ini.
Sejumlah nara sumber yang diundang menjadi pembicara, yakni anggota DPR RI, Muhammad Iqbal; Pakar Literasi Digital, Gun Gun Siawadi, dan pegiat sosial, AB Sarca Putera.
Menurut Muhammad Iqbal, bukan tanpa dasar tema 'Membentuk Generasi Cerdas Tanpa Narkoba' dipilih, karena berdasarkan survei internal Badan Narkotika Nasional (BNN) pada masa dan pascapandemi COVIC-19, peredaran narkotika di kalangan masyarakat mengalami kenaikan.
Bahkan, dengan beragam modus yang terbilang anyar dalam pendistribusiannya. "Yang cukup memprihatinkan, BNN memperkirakan sedikitnya 1.1 juta pelajar dan mahasiswa Indonesia, ikut terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba," jelas Muhammad Iqbal dalam keterangan yang diterima Ciremaitoday, Rabu (14/9/2022).
ADVERTISEMENT
Sementara Gun Gun Siswadi, selaku pegiat literasi digital, menjelaskan bahwa beberapa permasalahan sosial di kalangan pemuda yakni narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA), juga memicu tingginya angka kriminalitas serta penyebaran virus HIV/AIDS.
"Persoalan karakter negatif anak bangsa ini, tak lepas dari situasi dan kondisi akibat terpaan era globalisasi. Namun dampaknya tidak selalu negatif, karena banyak hal positif juga banyak kita rasakan," ujar Gun Gun.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ditambahkan Gun Gun, bahwa globalisasi sebagai perubahan sosial dalam bentuk semakin bertambahnya keterkaitan antara masyarakat dengan faktor-faktor yang terjadi akibat lintas budaya dan perkembangan teknologi modern.
"Generasi muda sebagai generasi harapan bangsa harus siap menerima estafet kepemimpinan. Oleh karenanya, perlu menjadi perhatian bersama dalam menyikapi kondisi yang sangat kompleks," paparnya.
ADVERTISEMENT
Narasumber lainnya, AB Sarca Putera menjelaskan, bahwa proses pembentukan karakter generasi muda harus dimulai dari penetapan karakter pribadi yang sama-sama diharapkan dapat terakumulasi menjadi karakter masyarakat dan berkomitmen.
"Untuk meningkatkan peran dan partisipasi pemuda, maka pemerintah melakukan upaya meningkatkan kualitas pemuda sebagai insan pelopor penggerak pembangunan, dan sumber daya manusia yang mampu menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang untuk berperan serta dalam pembangunan. Masalah generasi muda dan kepemudaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Semua pihak harus turut aktif mengarahkan pembentukan generasi muda yang berkarakter dan tanpa narkoba," papar AB Sarca.
AB Sarca melihat, bahwa membangun generasi yang bebas dari penyalahgunaan narkoba tentu bukanlah pekerjaan yang mudah. "Beberapa hal penting yang layak diperhatikan agar hasilnya benar-benar efektif, dalam lingkungan keluarga, orang tua harus memberikan kasih sayang yang cukup terhadap para remajanya," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Diakui AB Sarca, bahwa pendidikan merupakan suatu instrumen kedua setelah keluarga, untuk memberikan kualitas dari generasi-generasi penerus bangsa dalam membangun karakter generasi anti narkoba.
"Informasi dan komunikasi publik ini berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi masyarakat agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Berdasarkan hal-hal di atas perlu adanya diseminasi informasi publik kepada masyarakat," terangnya.***
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020