Mayoritas Perkantoran di Sumedang Belum Dilengkapi Sistem Proteksi Kebakaran
·waktu baca 2 menit

Ciremaitoday.com, Sumedang - Gedung-gedung perkantoran di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, masih banyak yang belum dilengkapi sistem proteksi kebakaran. Padahal sistem proteksi kebakaran penting untuk menanggulangi terjadinya kebakaran.
Kepala UPT Damkar Wilayah Sumedang Kota, Arifin Rachmat, menuturkan, alat-alat penunjang sistem proteksi kebakaran di antaranya Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hidran, sprinkler, detector, dan alarm.
Arifin juga menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pengecekan sistem proteksi kebakaran gedung-gedung kantor pemerintah, perusahaan, rumah sakit, hotel, perguruan tinggi, hingga sekolah di wilayah Sumedang kota. Hasilnya, masih kebanyakan gedung masih tidak dilengkapi sistem proteksi kebakaran.
"Kebanyakan gedung-gedung di Sumedang ini belum dilengkapi alat pemadaman kebakaran. Kalau dikalkulasi mungkin baru 26 persen yang sudah punya APAR, sisanya belum," kata Arifin dalam keterangan yang diterima Ciremaitoday, Rabu (9/11/2022).
Selain itu, Damkar telah mendatangi langsung 49 gedung di wilayah Sumedang kota. Dari jumlah tersebut, didapat 175 buah APAR, 35 titik hidran, dan 169 detector.
"Dari jumlah itu semuanya tidak punya sprinkler dan alarm. Tidak semua punya APAR, bahkan ada beberapa gedung yang sama sekali tidak ada alat sistem proteksi kebakaran," katanya.
Kemudian, Arifin melanjutkan, pihaknya juga menemukan beberapa APAR yang sudah habis masa pemakainya alias kedaluwarsa. Ia pun mengimbau agar segera diisi ulang.
"Kami juga berikan penyuluhan betapa pentingnya sistem proteksi kebakaran ini. Tak hanya di gedung, bahkan di dalam kendaraan juga diperlukan, sebab banyak kejadian kendaraan terbakar karena korsleting listrik," ucapnya.***
