Melihat Sejarah Penyebaran Islam di Keraton Kasepuhan Cirebon

Ciremaitoday.com, Cirebon - Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan salah satu keraton yang terawat di antara tiga keraton lainnya, Keraton Kacirebonan, Kacirebonan, Kanoman. Pasalnya, perbaikan demi perbaikan dilakukan demi menjaga dan merawat situs sejarah yang masih aktif itu.
Sejak dibuka untuk umum, Keraton Kasepuhan tidak pernah sepi pengunjung. Keaktifan Keraton Kasepuhan dapat dilihat dari Rajanya yakni PRA Arief Natadiningrat yang tetap memegang teguh tradisi keraton hingga kini.
Jejak sejarah penyebaran agama Islam sangat kental terlihat di Keraton Kasepuhan yang berumur lebih dari 600 tahun. Mulai dari tradisi hingga arsitektur bangunannya. Selain itu, hubungan antar pemeluk agama yang harmonis di zamannya masih terlihat hingga sekarang, dari dekorasi, lukisan, relief, dan literatur Keraton Kasepuhan.
Untuk dapat melihat kemegahan dan keasrian Keraton Kasepuhan yang berdiri di atas lahan seluas 25 hektare itu, pengunjung cukup membeli tiket sebesar Rp 15.000 (umum), Rp 10.000 (pelajar), dan Rp 20.000 (mancanegara). Pihak pengelola Keraton Kasepuhan juga menyediakan guide, baik lokal maupun mancanegara.
Pengunjung akan disambut dengan bangunan-bangunan yang didominasi tembok bata merah. Bangunan-bangunan di dalamnya memiliki filosofi mendalam mengenai kehidupan hubungan antara manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.
Di antaranya adalah Siti Inggil, Langgar Agung, Taman Dewandaru, Lunjuk, Sri Manganti, Kutagara Wadasan, dan lainnya. Memasuki area Keraton Kasepuhan, pengunjung akan terasa dibawa pada perpaduan budaya dari Eropa, China, Arab, dan Jawa.
Di area belakang Keraton Kasepuhan terdapat sebuah danau berukuran tidak terlalu besar yang di samping kanan kirinya tumbuh pepohonan, menjadi tempat yang cocok untuk berfoto-foto atau sekedar menghirup udara segar Khas Cirebon.
Tidak jauh dari danau, terdapat bangunan yang disebut Bangsal Pagelaran. Sesuai dengan namanya bangsal itu biasa digunakan untuk acara-acara tradisi Keraton Kasepuhan.
Masih di area yang sama, terdapat taman burung, di sini pengunjung dapat bermain-main dengan burung dara yang jinak. Ada satu tempat yang tidak boleh dilewatkan, yaitu Museum Pusaka Keraton Kasepuhan.
Keraton Kasepuhan berada di Jalan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Kerajaan ini berada di tengah-tengah permukiman penduduk, sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan keraton sekaligus merasakan keramahan warga setempat.
