Nelayan Rajungan di Cirebon Minta Harga Solar Tidak Naik
·waktu baca 2 menit

Ciremaitoday.com, Cirebon, - Rencana kenaikan bahan bakar minyak atau bbm, membuat para nelayan resah. Terlebih, solar disebut sebut akan ikut alami kenaikan harga. Para nelayan di Cirebon Jawa Barat, berharap agar rencana kenaikan tersebut dikaji ulang mengingat penghasilan nelayan kian tidak menentu. Apalagi saat ini, harga hasil tangkapan nelayan juga terus menurun.
Para nelayan mengaku, jika adanya kenaikan bbm terutama jenis solar dipastikan akan memberatkan para nelayan terutama nelayan kecil seperti nelayan rajungan di wilayah mundu Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Pasalnya nelayan akan merogoh kocek lebih dalam lagi untuk biaya operasional mencari nafkah di tengah laut.
Apalagi, nelayan kerap menghadapi cuaca buruk di tengah laut yang juga mengancam keselamatan mereka. Sementara saat ini pula, hasil penjualan tangkapan nelayan tengah anjlok. Harga rajungan biasanya Rp 100 ribu rupiah per kilo gram, kini hanya di kisaran 30 ribu rupiah per kilo.
”Pengennya jangan ada kenaikan. Kalau naik harus ada subsidi buat nelayan. Tapi kalau bisa jangan naik, “ ujar Purwanto, nelayan rajungan mundu Cirebon.
Hal senada juga diungkapkan oleh Nedi, nelayan rajungan lainnya. Tangkapan ikan rajungan sedang turun dan penghasilan nelayan pun otomatis anjlok.
”Sekarang harga tangkapan rajungan juga lagi turun. Soal rencana kenaikan bbm, pasti akan membebani,” kata dia.
Meski demikian, nelayan hanya bisa pasrah akan adanya rencana tersebut. Mereka berharap agar kenaikan bbm dibatalkan, kalau ada kenaikan, nelayan berharap agar ada subsidi kepada para nelayan dan subsidi tersebut agar tepat sasaran. ***
