Kumparan Logo
Konten Media Partner

Potensi Zakat di Jabar Rp 30 Triliun, Ridwan Kamil: Bantu Entaskan Kemiskinan

ciremaitodayverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan istrinya, Atalia Praratya saat menunaikan pembayaran zakat mal melalui BAZNAS di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (12/4/2022). FOTO: Humas Jabar
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan istrinya, Atalia Praratya saat menunaikan pembayaran zakat mal melalui BAZNAS di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (12/4/2022). FOTO: Humas Jabar

Ciremaitoday.com, Bandung - Potensi penghimpunan zakat di Jawa Barat mencapai Rp 30 triliun. Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mengatakan angka tersebut, menunjukkan zakat bisa membantu mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Ridwan Kamil mengemukakan, pembayaran zakat pada bulan Ramadan bertujuan untuk menyucikan diri demi membersihkan sebagian harta yang kotor.

"Zakat itu ibaratnya menyucikan. Barang siapa yang tidak berzakat ibaratnya di dalam hartanya banyak kotoran. Nah untuk membersihkannya harus melalui zakat," kata Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, dalam keterangan yang diterima Ciremaitoday, Selasa (12/4/2022).

Menurutnya, di bulan yang penuh dengan keberkahan ini, pembayaran zakat dilakukan dari level Presiden ke Gubernur, hingga Wali Kota/Bupati kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

"Di bulan Ramadan penuh keberkahan kita menyelenggarakan kegiatan pembayaran zakat dari level Presiden, Gubernur, Wali Kota/Bupati kepada BAZNAS di wilayah masing-masing," ucap Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Menunaikan zakat di bulan Ramadan merupakan salah satu kegiatan yang bermaslahat. Tujuannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. "Ini sangat relevan dengan semangat Ramadan yang terus kita carikan kegiatan-kegiatan yang bermaslahat," ujarnya.

Sementara itu, target jangka pendek pengumpulan potensi zakat kepada BAZNAS Jabar tahun ini sebesar Rp 1,6 triliun.

"Potensi zakat di Jabar itu sekitar Rp 30 triliun. Sehingga dari target BAZNAS Jabar Rp 746 miliar kita targetkan mudah-mudahan dalam waktu jangka pendek dapat tercapai Rp 1,6 triliun. Semoga warga Jabar bisa soleh dan mencapai target," jelas Kang Emil.

Apabila hal itu dapat diwujudkan, maka akan sangat membantu Pemda Provinsi Jabar dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem. Untuk itu, Kang Emil meminta BAZNAS menggandeng lembaga amil zakat lainnya bersama-sama menanggulangi kemiskinan ekstrem di tahun 2022 dan 2023.

"Khusus di Jawa Barat, kita ada empat level kemiskinan, tiga teratas alhamdulillah membaik. Tetapi kemiskinan ekstrem perlu mendapatkan perhatian. Oleh karena itu arahan saya agar BAZNAS Jabar dan Kota/Kabupaten, juga lembaga amil zakat bergotong-royong mengeroyok sisi segmentasi kemiskinan ekstrem di tahun 2022 dan 2023," pungkasnya.

Sementara itu Ketua BAZNAS Jabar, Anang Jauharrudin, berharap setelah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, selanjutnya para pejabat di lingkungan Pemda Provinsi Jabar mengikuti dengan membayar zakat melalui BAZNAS Jabar.

"Untuk zakat, infak melalui BAZNAS, kami memohon kepada Pak Gubernur dan Wagub, mudah-mudahan disertai pejabat lainnya berkenan melaksanakan zakat mal melalui BAZNAS Jabar," kata Anang.

Adapun dari pihak BAZNAS menargetkan Rp 1,6 triliun terkumpul pembayaran zakat dari masyarakat Jabar. "Total penghimpunan BAZNAS se-Jabar tahun 2021 sebanyak Rp 726 miliar. Untuk mencapai target tahun ini, BAZNAS RI menugaskan dapat dicapai Rp 1,6 triliun se-Jabar," tuturnya.

Untuk mensiasati hal itu, BAZNAS Jabar akan bergerak cepat melalui kerja sama dengan berbagai pihak. "Sesuai arahan Bapak Gubernur kami dituntut berkolaborasi dan berinovasi," ujarnya.***