PPKM Level 3 saat Nataru, PHRI Kota Cirebon Waswas Okupansi Hotel Turun

Konten Media Partner
6 Desember 2021 18:33
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
PPKM Level 3 saat Nataru, PHRI Kota Cirebon Waswas Okupansi Hotel Turun (261697)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. FOTO: Kumparan
Ciremaitoday.com, Cirebon - Jelang libur Natal dan tahun baru (Nataru) pemerintah telah menyepakati untuk menaikan level PPKM. Kota Cirebon, Jawa Barat, yang sebelumnya berada di level 1 PPKM bakal berubah menjadi level 3.
ADVERTISEMENT
Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon mendukung upaya pemerintah untuk menekan lonjakan kasus COVID-19 saat libur Nataru. PHRI tak menampik akan terjadi penurunan okupansi hotel saat libur Nataru karena pelaksanaan PPKM level 3.
"Kemungkinan akan terjadi penurunan okupansi. Karena pemberitaan tentang PPKM level 3 ini, tamu-tamu menunda untuk libur," kata Ketua PHRI Kota Cirebon Imam Reza Hakiki, Senin (6/12/2021).
"Kami bersama teman-teman hotel lainnya siap mendukung dan membantu dalam menjalankan PPKM Level 3. Kami juga pastinya sudah mengetahui gambaran terkait dengan PPKM Level 3," kata pria yang akrab disapa Kiki itu menambahkan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kiki mengaku, telah mengetahui aturan pelaksanaan PPKM level 3 selama Nataru, seperti pembatasan jam operasional, pembatasan kapasitas pengunjung dan lainnya. Kiki mengatakan PPKM level 3 diterpakan selama 24 Desember hingga 2 Januari 2022.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, Ia berharap lonjakan penurunan pengunjung atau wisatawan tak terlalu signifikan. Sebab, lanjut dia, selama November hingga awal Desember okupansi hotel mengalami peningkatan. Namun, Kiki tal menyebutkan secara rinci peningkatan okupansi selama November.
"Kita berharap tamu masih bisa leluasa berkunjung ke Kota Cirebon. Kita tetap ikuti aturan, kapasitas meeting kita ikut aturan juga," ucap Kiki.
PHRI mengaku telah berkoordinasi dengan anggotanya untuk tidak menyediakan acara perayaan tahun baru. Hal tersebut sebagai upaya untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19.
"Intinya jalan seperti biasa, hanya mengurangi kapasitas okupansi," katanya. (Anatasya)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020