Punya Makna Mendalam, Ridwan Kamil Beli Lukisan saat Berada di Tepi Sungai Aare

Konten Media Partner
20 Juni 2022 19:45
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, berbincang dengan seniman yang membuat lukisan saat dirinya berada di tepi Sungai Aare, Swiss. Foto: Humas Jabar
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, berbincang dengan seniman yang membuat lukisan saat dirinya berada di tepi Sungai Aare, Swiss. Foto: Humas Jabar
ADVERTISEMENT
Ciremaitoday.com, Sumedang - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meresmikan Sumedang Creative Center, Senin (20/6/2022). Sumedang Creative Center (SCC) berdiri megah di samping Bundaran Binokasih, Kabupaten Sumedang.
ADVERTISEMENT
Selepas prosesi peresmian SSC, Kang Emil didampingi Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, meninjau semua fasilitas yang kebetulan sedang ada pameran lukisan.
Tak disangka Kang Emil melihat karya lukisan yang menampilkan dirinya bersama istri, Atalia Praratya dan anak perempuannya sedang duduk di tepi sungai Aare, Swiss.
Kang Emil pun langsung membeli lukisan karya seniman asal Sumedang tersebut, yang menurutnya punya makna tersendiri.
"Kebetulan ada satu lukisan saya di Sungai Aare yang fotonya viral itu, tadi saya beli, tapi tidak akan saya ambil sekarang. Nanti saja biar dipamerkan dulu, baru saya ambil untuk koleksi pribadi saja," ungkap Ridwan Kamil, dalam keterangan yang diterima Ciremaitoday, Senin (20/6/2022).
Sementara terkait SCC, Ridwan Kamil mengatakan, keberadaannya sudah sangat ditunggu-tunggu anak muda di Sumedang yang mmembutuhkan wadah atau tempat untuk menyalurkan kreativitasnya.
ADVERTISEMENT
"Sudah sangat ditunggu-tunggu oleh anak muda Sumedang, selain dari anggaran Pemdaprov Jabar, nanti ada penyempurnaan lagi dari anggaran Pemda Kabupaten Sumedang," ujar Ridwan Kamil.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kang Emil berharap masyarakat, khususnya generasi muda Sumedang dapat memanfaatkan sebaik-baiknya gedung tersebut. Ia meminta SCC tidak diperlakukan seperti gedung pemerintahan. Tetapi bisa digunakan selama 24 jam untuk menggali potensi dan kreativitas masyarakat.
"Gedung ini jangan diperlakukan seperti gedung pemerintahan. Harus bikin kangen, bisa 24 jam, tinggal diatur manajemennya. Sehingga dari pada nggak jelas lebih baik nongkrongnya di Sumedang Creative Center," pintanya.
Ada 17 sektor yang difasilitasi SCC dibagi menjadi dua bagian besar yakni kreativitas yang bersifat ekspresi budaya dan kreativitas yang menghasilkan nilai ekonomi.
"Anak-anak muda Sumedang silakan manfaatkan, saya tunggu karya-karya kreatifnya dan orang-orang hebat lulusan dari gedung Sumedang Creative Center ini," ujar Kang Emil.
ADVERTISEMENT
Secara bertahap, Pemda Provinsi Jabar terus membangun gedung creative center di 27 kabupaten dan kota. Menurut Kang Emil, creative center adalah investasi yang hasilnya bisa dipanen hari-hari mendatang.
"Titip, gedung creative center ini adalah investasi, belum bisa dilihat sekarang hasilnya tapi nanti akan dipanen di waktu yang secepat-cepatnya," katanya.
Ia melanjutkan, kreativitas anak muda yang selama ini tercerai-berai akan berkumpul semuanya di creative center sehingga dapat saling menginspirasi.
"Kenapa penting berkumpul supaya saling menginspirasi, kalau mau pintar bergaul lah dengan orang-orang pintar, kalau mau kreatif bergabung lah dengan orang-orang kreatif," tutur Kang Emil.***
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020