Siswi SMP di Indramayu Dijual Temannya, Dipekerjakan Jadi PL di Papua

Konten Media Partner
11 Agustus 2021 14:37
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Siswi SMP di Indramayu Dijual Temannya, Dipekerjakan Jadi PL di Papua (60423)
zoom-in-whitePerbesar
Keluarga gadis remaja korban perdagangan orang saat dimintai keterangan oleh LPAI Kabupaten Indramayu. FOTO: Tomi Indra/CIREMAITODAY
Ciremaitoday.com, Indramayu - Seorang remaja putri berusia 14 tahun berinisial S, warga Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human trafficking.
ADVERTISEMENT
S diketahui merupakan anak seorang pedagang bubur di Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Dari informasi yang didapatkan pihak keluarga, S dipekerjakan sebagai pemandu lagu (PL) di sebuah tempat karaoke di Kabupaten Paniai, Papua.
Beruntung, korban bisa diselamatkan dan diamankan polisi. Saat ini, korban diketahui berada di Polres Paniai, Polda Papua.
Ibu dari S, M (33) menceritakan, kejadian itu berawal saat teman anaknya berinisial D datang ke rumah kontrakan mereka pada 1 Juli 2021.
Temannya tersebut lalu meminta izin untuk mengajak korban pergi bermain. Tapi kenyataannya, D tega menjual S kepada seseorang yang diketahui berperan sebagai penyalur pekerja ke tempat karaoke di Kabupaten Paniai.
M mengatakan, D dan putrinya sebenarnya baru saling kenal. "Temannya itu baru ia kenal, lalu diajak ke main, terus dibawa ke rumah orang yang menyalurkan anak saya ke Papua," ujar dia saat dikunjungi Lembaga Perlindungan Anak Indramayu (LPAI) di rumah kontrakannya, Rabu (11/8/2021).
ADVERTISEMENT
Sejak saat itu, M tidak bisa menghubungi putrinya. Korban baru memberi kabar 2 hari setelah meninggalkan rumah, tepatnya pada 3 Juli 2021.
Saat itu, korban baru memberi kabar kembali kepada ibunya. S saat itu mengaku tengah berada di Surabaya, Jawa Timur, dan dipekerjakan di sebuah kedai kopi.
Karena curiga dan khawatir, M meminta anaknya yang baru duduk di kelas 3 SMP itu untuk pulang. Hanya saja, setelah itu, M justru kembali kehilangan kontak.
Baru pada 21 Juli 2021, korban kembali menyampaikan kabar bahwa dirinya dibawa ke Paniai, Papua, untuk dijadikan PL di sebuah tempat karaoke.
Di sana korban diketahui juga mendapat penyiksaan dan tidak diberi makan jika tidak mau melayani tamu yang datang.
ADVERTISEMENT
"Karena anak saya kan gak mau kerja begitu, anak saya nangis-nangis minta dipulangkan," ujar dia.
M mengatakan, dirinya berharap bisa bertemu lagi dengan anak keduanya tersebut. Ia berharap pemerintah dan kepolisian, dapat membantu proses pemulangan korban.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020