Pentas Triwulan Bedhaya Tolu oleh Dosen ISI Surakarta

mahasiswa ISI Surakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari clarista putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pentas Triwulan merupakan program Jurusan Tari yang didukung oleh Dekanat Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Surakarta. Dengan dibentuknya program ini, akan tercipta karya- karya yang berkualitas dari Jurusan Tari ISI Surakarta. Tari Bedhaya Tolu merupakan salah satu tarian yang dipentaskan dalam pergelaran Pentas Triwulan pada hari Jum'at, tanggal 20 September 2024 di Pendhapa Ageng GPH Joyokusumo.
Tari Bedhaya Tolu diciptakan oleh Agus 'Tasman Ramaatmaja pada tahun 1990. Tari ini diciptakan untuk hadiah (pisungsung) dari Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Harjonagoro kepada Yulius Tahiya sebagai sahabat yang sangat akrab dan dihormati.
Penciptaan Tari Bedhaya Tolu berdasarkan simbol- simbol pawukon. Berasal dari nama Tolu yang memiliki makna nama wuku kelahiran Yulius Tahiya. Berbeda dengan Bedhaya yang lain, Bedhaya Tolu mengenakan kebaya lengan panjang dengan hiasan rambut berupa jamang. Diiringi dengan Gendhing Jawa, pementasan Bedhaya Tolu memberikan suasana yang agung, berwibawa, sakral, serta memberi kesan gagah.
Dalam pentas Triwulan Catha Ambya #3, Tari Bedhaya Tolu dipentaskan oleh 7 penari yang merupakan Dosen Jurusan Tari ISI Surakarta.
Penari Bedhaya Tolu:
Prof. Dr. Sri Rochana Widyastutieningrum, S.Kar., M.Hum.
Nanuk Rahayu, S.Kar., M.Hum.
Darmasti, S.Kar., M.Hum.
Sulistya Haryanti, S.Kar., M.Hum.
Dewi Kristiyanti, S.Kar., M.Sn.
Dwi Rahmani, S.Kar., M.Sn.
Rambat Yulianingsih, S.Sn., M.Sn.
"Mengapresiasi dengan melihat pergelaran pentas tari, dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan lokal khususnya dalam bidang seni tari. Dapat menjadikan motivasi sebagai pribadi yang kreatif, inovatif, dan selalu semangat dalam berkarya".
