Peran Kegiatan Mendongeng Sebelum Tidur dalam Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini
Tulisan dari Clarizza Wilda Satriani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi sebagian orang, membaca mungkin masih dianggap sebagai kegiatan yang membosankan dan kurang menyenangkan. Apalagi bagi anak-anak, buku terkadang kalah menarik dibandingkan permainan atau berbagai hiburan yang ada di gawai. Padahal, membaca merupakan salah satu kebiasaan penting yang dapat memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak.
Lalu, mengapa masih ada anak yang tidak tertarik membaca? Salah satu alasannya bisa jadi karena membaca belum diperkenalkan sebagai kegiatan yang menyenangkan sejak dini. Kebiasaan membaca tidak selalu muncul dengan sendirinya. Anak membutuhkan lingkungan yang mendukung, terutama dari orang-orang terdekat seperti orang tua.
Hal sederhana yang sebenarnya dapat dilakukan untuk mengenalkan anak pada dunia membaca adalah mendongeng sebelum tidur.
Mendongeng sebelum tidur sering kali hanya dianggap sebagai kegiatan untuk menemani anak sampai tertidur. Padahal, jika dilakukan secara rutin, kegiatan sederhana ini dapat menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan minat baca anak sejak usia dini.
Berawal dari Mendengarkan Cerita
Pada awalnya, anak mungkin belum bisa membaca sendiri. Mereka mungkin hanya tertarik melihat gambar yang ada di dalam buku atau mendengarkan suara orang tua ketika membacakan cerita. Namun, dari hal sederhana tersebut, anak perlahan mulai mengenal buku dan memahami bahwa buku dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan.
Ketika orang tua membacakan cerita secara rutin, anak akan terbiasa mendengar berbagai kosakata dan kalimat baru. Mereka juga mulai mengenali tokoh, alur cerita, serta berbagai peristiwa yang terjadi di dalam cerita. Seiring bertambahnya usia, rasa penasaran anak pun dapat semakin berkembang.
Tidak jarang anak mulai bertanya, “Kenapa tokohnya begitu?”, “Setelah ini apa yang terjadi?”, atau “Kenapa bisa seperti itu?”. Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut justru merupakan bagian penting dari proses belajar. Anak sedang mencoba memahami cerita sekaligus menggunakan rasa ingin tahunya untuk mengenal sesuatu yang baru.
Dari kebiasaan kecil inilah, minat terhadap buku dapat tumbuh secara perlahan. Anak tidak merasa sedang dipaksa untuk membaca, tetapi justru mengenal buku melalui pengalaman yang menyenangkan.
Mendongeng Membantu Perkembangan Anak
Manfaat mendongeng tidak hanya berkaitan dengan minat baca. Ketika mendengarkan cerita, anak juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bahasa dan kognitifnya.
Berbagai kata baru yang didengar dari cerita dapat membantu memperkaya kosakata anak. Mereka juga belajar memahami hubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya, mengenali sebab dan akibat, serta menggunakan imajinasi untuk membayangkan tokoh dan kejadian dalam cerita.
Selain itu, cerita dapat menjadi sarana bagi orang tua untuk mengenalkan berbagai nilai kehidupan kepada anak. Melalui tokoh dan konflik sederhana dalam cerita, orang tua dapat mengajarkan tentang kejujuran, keberanian, kebaikan, tanggung jawab, hingga pentingnya menghargai orang lain.
Menariknya, proses tersebut dapat berlangsung tanpa harus terasa seperti sedang belajar. Anak mendapatkan pengetahuan melalui cerita yang mereka sukai.
Menjadi Waktu Berkualitas antara Orang Tua dan Anak
Di tengah kesibukan orang tua, waktu bersama anak terkadang menjadi sesuatu yang sulit didapatkan. Karena itu, rutinitas mendongeng sebelum tidur juga dapat menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.
Ketika orang tua meluangkan waktu untuk duduk bersama, membacakan cerita, kemudian mendengarkan pertanyaan atau tanggapan anak, tercipta sebuah interaksi yang sederhana tetapi bermakna. Anak merasa diperhatikan dan memiliki ruang untuk berkomunikasi dengan orang tuanya.
Bahkan, kegiatan mendongeng tidak harus selalu berlangsung lama. Satu cerita pendek sebelum tidur pun dapat menjadi momen berharga apabila dilakukan secara konsisten.
Orang tua juga dapat membuat kegiatan tersebut lebih interaktif. Misalnya, setelah selesai membaca cerita, anak dapat ditanya mengenai tokoh yang paling disukai, bagian cerita yang paling menarik, atau apa yang akan dilakukan jika berada dalam situasi yang dialami tokoh tersebut.
Dengan begitu, mendongeng bukan hanya kegiatan satu arah. Anak dapat ikut berbicara, berpendapat, dan menggunakan imajinasinya.
Kebiasaan Kecil yang Bisa Berdampak Besar
Menumbuhkan minat baca pada anak tidak harus dimulai dengan memberikan banyak buku atau memaksa anak membaca dalam waktu yang lama. Hal tersebut justru dapat membuat membaca terasa seperti sebuah kewajiban.
Sebaliknya, orang tua dapat memulainya melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang menyenangkan. Mendongeng sebelum tidur adalah salah satunya.
Dari sebuah cerita sederhana, anak dapat mulai mengenal buku. Dari buku, anak menemukan kata-kata baru. Dari kata-kata tersebut, muncul rasa ingin tahu. Dan dari rasa ingin tahu itulah, keinginan untuk mengetahui lebih banyak dapat tumbuh.
Pada akhirnya, mendongeng sebelum tidur bukan sekadar rutinitas untuk membuat anak cepat terlelap. Kegiatan ini dapat menjadi langkah kecil untuk memperkenalkan dunia literasi sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat antara orang tua dan anak.
Mungkin bagi orang tua, membacakan satu cerita sebelum tidur terlihat seperti hal kecil. Namun bagi seorang anak, kebiasaan tersebut dapat menjadi pengalaman yang terus diingat dan bahkan menjadi awal dari kecintaannya terhadap buku.
Karena itu, jika ingin menumbuhkan minat baca anak sejak dini, tidak ada salahnya untuk memulainya malam ini—dengan satu buku, satu cerita, dan sedikit waktu yang diberikan sepenuh hati.

