Konten dari Pengguna

Inovasi TPS3R Telukjambe: Edukasi Pemasaran & Paving Block

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syamsul Huda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KARAWANG – Transformasi Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Telukjambe terus berlanjut. Setelah sukses mengolah sampah organik menjadi maggot dan pupuk, kini pengurus TPS3R mulai merambah inovasi pengolahan sampah anorganik serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Pendampingan tahap lanjutan ini diinisiasi oleh tim dosen dari Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), yang terdiri dari Venni Avionita, S.E., M.Ak., dan Syamsul Huda, S.Pd., M.Si, serta Bahar, S.Pd., M.Eng. Fokus utama kehadiran mereka adalah untuk melatih warga agar lebih mandiri dalam mengelola hasil olahan sampah mereka.

Suasana interaktif pelatihan/diskusi antara Venni Avionita, Syamsul Huda, dan pengurus TPS3R (Dok. Tim)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana interaktif pelatihan/diskusi antara Venni Avionita, Syamsul Huda, dan pengurus TPS3R (Dok. Tim)

Pelatihan yang digelar di area TPS3R tersebut berlangsung secara interaktif. Venni dan Syamsul memaparkan materi strategi pemasaran sederhana yang sangat aplikatif bagi warga desa. Pembahasan mencakup pentingnya desain kemasan, cara penentuan harga yang bersaing, hingga edukasi bagaimana menjangkau pembeli pertama dengan memanfaatkan modal jejaring orang terdekat.

Edukasi pemasaran ini bertujuan agar produk seperti pupuk organik yang dihasilkan warga tidak hanya menumpuk, tetapi mampu terserap dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi operasional TPS3R itu sendiri.

Warga sedang berdiskusi, mencatat, atau memperhatikan materi pemasaran. (Dok. Tim)

Selain peningkatan kapasitas pemasaran, tim akademisi ini juga memperkenalkan terobosan baru untuk mengatasi masalah sampah anorganik. Warga diajarkan praktik mengolah sampah yang sulit terurai untuk dicetak menjadi paving block bernilai guna.

Paving block uji coba hasil olahan sampah anorganik. (Dok. Tim)

Langkah edukasi pemasaran dan pengenalan inovasi paving block ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah di tingkat desa bisa terus dikembangkan secara terintegrasi. Dengan kemauan belajar yang tinggi, pengurus TPS3R Telukjambe perlahan membuktikan bahwa mereka mampu menciptakan sistem ekonomi sirkular yang mandiri.

Foto bersama pemateri dan peserta pelatihan. (Dok. Tim)

Kehadiran para akademisi di TPS3R Telukjambe ini bukanlah tanpa alasan. Pendampingan ini merupakan wujud nyata dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang diinisiasi kampus. Lewat pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintek RI Tahun Anggaran 2026 (sesuai Kontrak Nomor: 190/C3/DT.05.00/PM/2026), program ini didesain agar akademisi tidak hanya diam di kampus, tetapi turun langsung membawa solusi. Melalui sinergi inilah, inovasi pengolahan sampah dan kemandirian ekonomi warga bisa benar-benar terwujud.