Konten dari Pengguna
Antara Kecepatan Dan Akurasi: Dilema Media Online Dalam Mempublikasi Berita
12 Oktober 2025 12:40 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Dio Pratama Setiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Di masa sekarang yang serba cepat, media telah berubah total dengan adanya konvergensi media. Banyak media cetak, televisi, dan radio turut bergabung menjadi satu dalam platform digital. Informasi yang bergerak cepat dari hulu ke hilir memunculkan sebuah pertanyaan di benak masyarakat apakah berita-berita tersebut telah memperhatikan keakuratannya?
ADVERTISEMENT
Media online beroperasi non-stop, 24 jam sehari dan 7 hari seminggu demi menerbitkan berita terbaru karena perkembangan teknologi telah merubah kebiasaan manusia dari yang dulunya menunggu koran terbit untuk membaca berita, kini dapat langsung mengakses berita apapun hanya dari ponsel masing-masing.
Banyaknya dorongan untuk menjadi yang pertama dalam pembuatan berita menjadi tolak ukur media online untuk selalu bergerak cepat dalam mempublikasi suatu berita. Namun, hal tersebut bukan menjadi alasan untuk media online mempublikasi berita yang nol akurasi. Nafsu mengedepankan kecepatan justru akan beresiko mengorbankan akurasi.
Dalam dunia jurnalisme, akurasi merupakan tiang utama. Kepercayaan masyarakat tidak bisa dibeli dengan uang. Jika semua media hanya mementingkan kecepatan, maka yang terjadi adalah peningkatan penyebaran informasi tidak akurat, dan yang paling ditakutkan adalah hoax yang menyebar menjadi tidak terkendali. Pada akhirnya, hal tersebut akan merusak kredibilitas media itu sendiri di mata publik.
ADVERTISEMENT
Kecepatan Atau Akurasi?
Pada dasarnya, kecepatan dan akurasi adalah hal yang sama pentingnya. Akan tetapi, mana yang lebih dahulu harus diprioritaskan adalah akurasi. Mengorbankan keakuratan untuk kejar tayang akan membuat media tersebut terlihat hanya mementingkan traffic daripada tanggung jawab sosial.
Media online memang harus mengedepankan kecepatan, tetapi akurasi berita tidak boleh dikesampingkan. Berita yang di publikasi akan di konsumsi oleh masyarakat, jika akurasi suatu berita tidak bisa divalidasi, maka potensi bahaya hoax akan sangat besar dan dampaknya akan merugikan banyak pihak.

