Konten dari Pengguna

Program KUPILAH Ajak Warga Bangunrejo Lor Ngawi Ubah Sampah Jadi Peluang Usaha

Zhalsa Arna Ventya

Zhalsa Arna Ventya

Mahasiswa Universitas Airlangga

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zhalsa Arna Ventya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

NGAWI – Mahasiswa KKN BBK Universitas Airlangga Surabaya memberikan pembekalan pengelolaan sampah rumah tangga kepada warga Desa Bangunrejo Lor. Melalui program "KUPILAH", warga diajarkan cara mengubah sampah dari masalah menjadi peluang ekonomi yang bernilai jual.

Sosialisasi dan praktik "KUPILAH" (Kumpulkan, Pilah, Hasilkan). Program ini membekali masyarakat berupa pengetahuan praktis mengelola sampah skala rumah tangga bebas polusi, mulai dari hulu berupa cara mengumpulkan dan memilah, hingga hilir berupa pengolahan menjadi produk fungsional atau bernilai ekonomis.

Sosialisasi dan implementasi dengan penanggung jawab Andara Infu Nugroho selaku PIC KKN BBK Unair diikuti anggota PKK, perangkat desa, dan masyarakat Desa Bangunrejo Lor.

Kegiatan berlangsung di Pendopo Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jum'at(24/7/2026).

Program ini merupakan implementasi SDGs ke-12 Responsible Consumption and Production atau Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Yang bermanfaat untuk mengurangi kebiasaan membakar sampah dan membuang sampah ke aliran sungai.

"Kami ingin mendorong masyarakat menerapkan pola konsumsi dan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab," ujar Andara Indy Nugroho.

Metode yang digunakan yakni edukasi interaktif dan praktik langsung. Warga tidak hanya diberi materi, tetapi juga praktik memilah dan mengolah sampah rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan.

Andara Indy Nugroho berharap materi yang disampaikan dapat diterima dan bermanfaat. "Semoga apa yang kami sampaikan bisa diterima dan bermanfaat bagi masyarakat," tandasnya.

Sri Sumarni, Sekretaris PKK Desa Bangunrejo Lor mengaku bangga bisa belajar bersama mahasiswa KKN. "Meski sebenarnya bukan hal baru, namun program KUPILAH ini sangat bagus apabila bisa dipraktikan sejak dini. Sampah yang tadinya dianggap kotor ternyata dengan kreativitas bisa dijadikan modal usaha yang bernilai jual," ungkapnya.

Ia menambahkan, KUPILAH sangat inspiratif karena menyadarkan masyarakat bahwa barang yang dianggap remeh ternyata memiliki nilai ekonomis tinggi.

"Melalui program ini, kami berharap masyarakat Bangunrejo Lor mampu mandiri mengelola sampah dan menciptakan produk bernilai guna dari limbah rumah tangga," pungkasnya.