Konten dari Pengguna

Menjembatani Idealisme dan Realitas Dunia Kerja

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peserta Campus Hiring antusias mengikuti sesi sharing profesional OT Group (Sumber: Unika Atma Jaya)
zoom-in-whitePerbesar
Peserta Campus Hiring antusias mengikuti sesi sharing profesional OT Group (Sumber: Unika Atma Jaya)

Jakarta - Generasi muda sekarang punya banyak peluang untuk berkembang, tapi tantangannya juga tak kalah besar. Dunia kerja menuntut mereka bergerak cepat, beradaptasi, dan bertahan, sementara tiga hal tersebut jarang diajarkan di ruang kuliah. Dalam situasi ini, perguruan tinggi dan industri kembali bertemu untuk menjembatani jurang antara idealisme dan realitas kerja.

Suasana dinamis terasa dalam Campus Hiring: OT Career Day, Jumat (7/11), di Ruang K-3 Multimedia, Kampus Semanggi. Kegiatan hasil kolaborasi antara Orang Tua Group (OT) dan Career Development Center (CDC) Unika Atma Jaya (UAJ) ini diikuti oleh mahasiswa, lulusan baru, dan peserta umum yang ingin mengenal lebih dekat dunia kerja serta membuka peluang karier di perusahaan FMCG besar tersebut.

Kepala CDC UAJ, Hadyan Dhiozandi, M.Psi., Psikolog., membuka kegiatan dengan ajakan agar peserta memanfaatkan sesi ini bukan sekadar forum rekrutmen, melainkan ruang pembelajaran yang bisa digali dari para profesional OT Group. “Momen seperti ini tidak datang dua kali. Siapa tahu dari sinilah langkah pertama menuju karier kalian dimulai,” ujarnya.

Peserta dan Profesional OT Group berfoto bersama usai sesi Campus Hiring di UAJ (Sumber: Unika Atma Jaya)

Antusiasme peserta kian terasa ketika Recruitment Manager Arta Boga Cemerlang, Natanael Berlian Sefrianto, S.Psi., memaparkan materi bertajuk Work-Life Balance: Strawberry Generation. Ia menyinggung fenomena generasi yang tampak kuat di luar, namun mudah rapuh saat menghadapi tekanan. “Kita tumbuh dalam kemudahan, tapi dunia kerja menuntut ketangguhan,” katanya. Baginya, keseimbangan hidup bukan berarti bekerja santai, melainkan kemampuan menjaga energi dan motivasi di tengah ritme kerja yang padat.

Sesi dilanjutkan oleh Kepala Wilayah Arta Boga Cemerlang, Yonas Widodo, S.E., M.M., yang berbagi kisah perjalanan kariernya dari bawah hingga dipercaya memimpin tim wilayah. “Tekanan besar dibayar dengan hasil yang sepadan. Saya mati-matian bekerja karena tahu setiap performa baik pasti dihargai,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa sikap, empati, dan konsistensi menjadi kunci untuk melangkah lebih jauh.

Diskusi interaktif tentang Work-Life Balance dan karier bersama OT Group di UAJ (Sumber: Unika Atma Jaya)

Kegiatan ini menegaskan bahwa kesiapan menghadapi dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh pencapaian akademik, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi dan memahami dinamika lingkungan kerja. Melalui kolaborasi ini, memberi peserta wawasan nyata dan keterampilan relevan untuk memasuki dunia profesional dengan lebih percaya diri.

Laporan: CHA

(DEL/ANU)