UAJ dan Swiss German University Perkuat Kolaborasi Akademik
Tulisan dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta – Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Swiss German University (SGU) pada Senin (7/9) di Ruang Rapat Rektorat, Kampus Semanggi. Kerja sama ini menjadi langkah awal bagi kedua institusi untuk mengembangkan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Lebih lanjut, perjanjian ini resmi ditandatangani oleh Rektor UAJ, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), dan Rektor SGU, Assoc. Prof. Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo. Dalam sambutannya, Yuda mengungkapkan perasaan bahagianya atas terjalinnya hubungan kerja sama antara dua institusi pendidikan. Ia berharap kolaborasi ini dapat membantu kedua universitas dalam mendukung kualitas pelayanan di bidang pendidikan.
”Kerja sama ini merupakan langkah awal dari upaya mewujudkan generasi emas Indonesia. Harapannya, kita bisa menciptakan program-program nyata yang memberikan manfaat, baik bagi mahasiswa, dosen, maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Bisnis dan Komunikasi SGU, Assoc. Prof. Dr. Nila K. Hidayati, S.E., M.M., menyampaikan ketertarikannya pada potensi kolaborasi riset di bidang teknologi, khususnya penerapan Artificial intelligence (AI). Menurutnya, penerapan AI di sektor ini dapat dilihat dari sejauh mana AI dapat mempercepat proses pengambilan keputusan di level manajemen serta memberikan dampak positif bagi konsumen.
SGU merupakan universitas internasional yang berdiri sejak tahun 2000 dan menjadi salah satu perguruan tinggi pertama di Indonesia dengan izin akademik internasional yang diakui secara hukum. SGU berdiri atas kerja sama antara Indonesia, Jerman, Swiss, dan Austria dengan misi menghadirkan wawasan internasional serta mendorong pengembangan pendidikan di Indonesia.
Penandatanganan MoU antara UAJ dan SGU ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara dua universitas, khususnya di bidang riset dan pengembangan teknologi. Ke depannya, arah kolaborasi dapat semakin jelas dan dapat ditindaklanjuti menjadi sebuah program konkret yang menciptakan dampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat luas.
(STV)

