Unik! Dua Dosen FKIK UAJ Raih Prestasi di Ajang PAAI Lewat Lagu dan Desain Logo
Tulisan dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta – Di tengah rutinitas mengajar ilmu kesehatan kepada mahasiswa kedokteran, dua dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ) mencatatkan prestasi di ranah yang jauh dari bidang yang mereka geluti sehari-hari. Kedua dosen itu adalah Dr. dr. Veronika Maria Sidharta, M.Biomed., AHK (K) dengan raihan Juara 1 Lomba Mars PAAI lewat lagu ciptaannya berjudul “PAAI Jaya”, sementara Dr. dr. Tena Djuartina, M.Biomed., PAK (K) yang meraih Juara 2 Lomba Desain Logo PAAI dengan karya “The Living Human Network”.
Perkumpulan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI) merupakan organisasi profesi yang bertujuan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang anatomi, mendorong penerapan prinsip keilmuan anatomi terbaik dalam pendidikan di Indonesia, serta membina kerja sama antaranggota dan dengan perhimpunan sejenis di tingkat regional maupun internasional.
Veronika dikenal sebagai pengajar di bidang Ilmu Biomedik di FKIK UAJ, dengan fokus riset pada terapi sel punca dan nutrisi kesehatan. Ia mengaku tertarik mengikuti Lomba Mars PAAI karena ingin berkontribusi melalui sesuatu yang berbeda dari kegiatan akademik yang biasa dilakukannya. “Saya melihatnya sebagai kesempatan untuk menerjemahkan semangat dan identitas PAAI ke dalam sebuah karya yang bisa dinikmati dan dinyanyikan bersama,” ujarnya.
Proses membuat lagu tidaklah singkat. Veronika mengaku harus melakukannya di sela-sela kesibukan mengajar dan meneliti, terutama pada malam hari di rumah. Meski menyita waktu, ia sangat menikmati proses penciptaan musik tersebut karena menjadi penyegar di tengah rutinitas akademiknya.
Lebih lanjut, Veronika berharap Mars PAAI dapat digunakan dalam berbagai kegiatan organisasi dan dinyanyikan bersama oleh para anggotanya. Selain itu, ia juga sangat ingin lagu ini tidak berhenti sebagai karya lomba semata, melainkan menjadi bagian dari identitas organisasi yang ikut membangun rasa kebersamaan. “Sebuah mars bukan hanya sekadar lagu, tetapi juga dapat mencerminkan semangat, nilai, dan cita-cita yang ingin dibawa bersama oleh suatu organisasi,” tuturnya.
Di sisi lain, Tena merupakan dosen sekaligus peneliti di Departemen Anatomi FKIK UAJ yang telah menghasilkan 68 publikasi ilmiah nasional dan internasional. Dalam ajang ini, ia mengangkat konsep ”The Living Human Network” yang memandang tubuh manusia bukan sekadar objek anatomi, melainkan metafora bagi PAAI sebagai organisasi ilmiah yang hidup, tumbuh, dan saling terhubung.
Setiap elemen visual dalam logo tersebut dirancang berdasarkan prinsip anatomi, histologi, dan fisiologi organisasi. Figur manusia yang berdiri tegak di tengah logo melambangkan manusia sebagai pusat dari seluruh disiplin ilmu anatomi, dengan posisi tangan terangkat yang menggambarkan keterbukaan terhadap kolaborasi dan semangat berbagi ilmu. Pencabangan yang tumbuh dari tubuh merepresentasikan jaringan saraf, sistem vaskular, hingga percabangan bronkus paru, sebagai simbol bahwa setiap anggota PAAI saling terhubung dan berkembang melalui interaksi.
Bagi keduanya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa kreativitas dapat tumbuh berdampingan dengan bidang keahlian utama seseorang. Veronika berpesan kepada mahasiswa yang masih ragu mencari tahu minat di luar akademik, ”Bidang utama yang kita tekuni tidak harus menjadi batas. Justru pengalaman dan pengetahuan dari bidang tersebut dapat memberi warna yang berbeda ketika kita mencoba sesuatu yang baru,” pesannya. Pesan senada disampaikan oleh Tena, ”Yang penting kita berusaha, segala sesuatu yang kita perjuangkan pasti ada hasilnya apapun itu, jadi harus terus belajar,” ungkapnya.
Prestasi kedua dosen ini menjadi wujud nyata dari kualitas dosen UAJ yang unggul dan kreatif. Harapannya, pencapaian Veronika dan Tena dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk terus berkarya dan berinovasi, serta tidak membatasi diri untuk terus mengeksplorasi kemampuan pribadi.
(STV)

