Semangat Solidaritas dalam Film Abominable

Mahasiswa Sastra Cina, Universitas Brawijaya
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Clemontin Cornelia Monica tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Film Abominable karya sutradara Jill Culton akan menyadarkan kita betapa pentingnya kekuatan solidaritas di tengah berbagai konflik sosial. Film ini penting untuk kita tonton bersama, terutama di saat solidaritas antar sesama anak bangsa semakin rapuh dari hari ke hari seperti saat ini. Padahal, solidaritas merupakan salah satu fondasi penting dalam persatuan dan kesatuan bangsa.

Diproduksi oleh Dream Works Animation dan Pearl Studio, Abominable bercerita tentang gadis muda bernama Xiayoi yang bertemu dan bersahabat dengan Yeti, primata besar berasal dari Pegunungan Himalaya.
Pertemuan yang tidak terduga itu terjadi di tempat rahasia Xiayoi yang berada di atas bangunan apartemen yang ia tinggali di Shanghai. Kemudian, Xiayoi menyebut Yeti dengan panggilan Everest.
Bersama dengan dua temannya yaitu Jin dan Peng, Yi memulai petualangan seru ketika mengantar Everest pulang kembali ke keluarganya di gunung karena berbagai rintangan dan tantangan yang mereka harus lewati.
Rintangan dan tantangan itu menarik untuk kita amati bersama karena keduanya relevan dengan berbagai konflik sosial yang sering terjadi di masyarakat sekitar. Dengan film ini, kita bisa belajar banyak tentang konflik-konflik sosial.
Konflik Sosial dalam film Abominable
Dengan menonton Abominable, kita bisa melihat bahwa ada tiga bentuk konflik sosial yang sutradara Jill Culton berusaha tampilkan di dalam filmnya.
Pertama, konflik antar pribadi. Pada dasarnya, konflik antarpribadi merupakan konflik sosial antar individu yang dipicu oleh perbedaan sudut pandang. Konflik ini bisa kita amati dari perselisihan antara Xiayoi dan neneknya setelah ayahnya meninggal. Setelah ditinggal ayahnya untuk selamanya, Xiayoi cenderung menjauh dari keluarganya, termasuk menjadi tertutup dengan neneknya.
Kedua, konflik antar golongan. Konflik ini disebabkan oleh perbedaan pendapat atau tujuan antara suatu kelompok dengan kelompok yang lain. Contohnya, konflik antara kelompok Xiaoyi dengan kelompok Burnish. Kelompok Xiaoyi ingin membawa Everest pulang kembali kepada keluarganya. Sebaliknya, kelompok Burnish ingin menjadikan Everest sebagai koleksi langka dan bahan eksperimen.
Ketiga, konflik kepentingan. Konflik ini disebabkan oleh perilaku individu yang hanya mengutamakan kepentingan diri sendiri tanpa memperhatikan hal lainnya demi mencapai kepentingan pribadinya. Di film ini, misalnya, Dr. Zara tega mencelakai Xiaoyi dan teman-temannya asalkan bisa menangkap Everest. Dr. Zara ingin segera menangkap Everest untuk menjualnya dan sekaligus menjadikannya bahan eksperimen.
Manfaat Konflik Sosial
Menurut ilmuwan Lewis Coser, konflik sosial sebetulnya memiliki beberapa fungsi, termasuk di dalamnya memperkuat solidaritas kelompok. Maksudnya, jika terjadi konflik antar kelompok, konflik ini bisa meningkatkan solidaritas di masing-masing kelompok dan mendorong terbentuknya aliansi dengan kelompok-kelompok lainnya. Konflik juga bisa menyebabkan anggota-anggota yang pasif menjadi lebih aktif.
Di film ini, kita bisa melihat bagaimana Xiaoyi dan sahabatnya, Jin, bisa saling memahami satu sama lain. Xiaoyi bahkan bisa mengungkapkan perasaannya kepada Jin. Padahal keduanya sebelumnya saling berseteru karena perbedaan pendapat dan sudut pandang.
Selain itu, Burnish yang pada awalnya mengejar-mengejar Xiaoyi dan teman-temannya untuk mendapatkan Everest akhirnya sadar bahwa perbuatannya salah. Burnish kemudian membantu Xiaoyi dan teman-teman untuk pulang kembali ke kota. Burnish bahkan meminjamkan jaket hangatnya untuk Xiaoyi. Ini menunjukkan, dengan adanya konflik, kelompok-kelompok yang awalnya saling bertentangan akhirnya bisa menjalin kerja sama dan saling membantu satu sama lain.
Film sejatinya adalah bagian dari sastra sebab film bisa menggambarkan realitas yang terdapat dalam masyarakat yang dikaitkan dengan imajinasi atau fiksi. Meskipun sastra dan film adalah media yang berbeda, keduanya mengkomunikasikan berbagai macam hal dengan metode yang sama.
Melalui film, penonton dengan tanpa sadar dapat belajar dan memahami berbagai permasalahan atau konflik kehidupan yang sengaja ditunjukkan oleh sutradara, sehingga penonton dapat merasakan dan menghayati setiap alur cerita. Dengan menonton Abominable, kita bisa belajar makna solidaritas yang sesungguhnya di tengah berbagai konflik sosial yang kita hadapi saat ini.
